Malang (Antara Jatim) - Pelari asal Cepu, Jawa Tengah, Ari Sunada, menjuarai lomba "Malang Nasional Maraton 2013" kelompok putra, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-99 Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.
Ari Sunada menyentuh finis pertama dengan catatan waktu dua jam 40 menit 56 detik, mengungguli rekannya Hariyanto (Cepu) dan Asma Bara (Scapa TNI AD) yang masing-masing di urutan kedua dan ketiga.
Sedangkan di kelompok putri, juara pertama diraih Novita dengan catatan waktu 3 jam 11 menit 37 detik. Peringkat kedua ditempati Siti Khotijah dan Wiwin Andriani di finis pada posisi ketiga.
Para juara lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp15 juta dan Piala Menpora serta Wali Kota Malang.
Selain peserta lokal, lomba lari maraton yang mengambil start di Jalan Simpang Balapan dan finish di Lapangan Rampal Kota Malang, juga diikuti puluhan pelari dari berbagai negara, antara lain Rusia, Madagaskar, Sudan, Kamboja, Thailand, Filipina, Libya, Mesir, dan Slovakia.
Selain itu, beberapa para pelari nasional juga turun di lomba berjarak tempuh 42,195 kilometer itu, seperti juara bertahan Noce Mattital, Hariyanto, Agustinus Benu, serta Khotijah.
Sementara beberapa pelari tuan rumah Kota Malang yang diturunkan pada lomba ini, gagal menyaingi peserta dari daerah lain dan tidak satupun yang menyabet gelar juara.
"Pelari kita regenerasinya sangat lamban, sehingga tidak ada yang bisa turun di ajang maraton karena usianya masih di bawah 20 tahun. Padahal untuk mengikuti maraton, usia minimal 20 tahun," kata Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang, Adam Willi Ribun.
Pemenang pertama lari maraton di ajang MNM tahun 2012 untuk kelompok putra adalah Noce Mattital, di urutan kedua adalah Suharto dan juara ketiga Agustinus Benu.
Sementara di kelompok putri diraih oleh Erni Ulatningsih di posisi pertama, posisi kedua Helda Napitupulu serta Siti Khotijah di urutan ketiga. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.