Jenewa, (Antara/Reuters) - Dua orang lagi meninggal dunia akibat tertular virus flu unggas jenis terbaru di China, sehingga jumlah seluruh korban meninggal akibat virus H7N9 ini menjadi 20, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Ahad.
Pihak berwenang China telah mengabarkan kepada WHO atas temuan enam lagi orang yang tertular sehingga jumlah seluruhnya ada 102, dengan perincian 70 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 12 orang sudah dipulangkan dan 20 orang meninggal.
China melaporkan terjadinya penularan virus H7N9 pertama kali pada akhir Maret.
Lima kasus terbaru menimpa warga di provinsi Zhejiang sedangkan yang seorang adalah penduduk Shanghai.
"Sebelum sumber penularan bisa diketahui, dan diperkirakan masih akan ada kasus penularan virus ini di China," demikian pernyataan WHO.
Wakil WHO di China, Michael O'Leary, pada Jumat menyampaikan data bahwa separuh dari korban yang tertular adalah orang-orang yang tidak pernah berhubungan dengan unggas -- yang paling mungkin menjadi sumber virus -- tetapi penularan virus flu unggas yang terjadi antar-manusia amat jarang ditemukan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.