Gresik (Antara Jatim) - Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengaku lebih siap menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP sederajat yang akan serentak digelar pada Senin (22/4).
"Persiapan kita pada pelaksanaan UN tingkat SMP ini lebih matang daripada pelaksanaan UN SMA kemarin," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Gresik Abdul Munif di Gresik, Minggu.
Ia beralasan, pada pelaksanaan UN SMP pihak Disdik Gresik diperkenankan membuka kardus berisi sampul naskah UN dengan pengawasan sejumlah pihak. Tujuannya untuk mencocokkan dengan keberadaan data lembaga pendidikan yang menggelar UN.
"Hasilnya, tidak terjadi kekurangan sampul yang berisi naskah UN dan lembar jawaban komputer (LJK), sehingga diharapkan distribusi soal ke penyelenggara bisa berjalan lancar," katanya.
Selain itu, pada pelaksanaan UN tingkat SMP Disdik juga tidak menerima laporan adanya siswa yang izin tidak mengikuti UN, dan siswa yang mengerjakan UN dalam tahanan seperti pelaksanaan UN tingkat SMA beberapa waktu lalu.
"Hingga kini belum ada laporan siswa yang tersangkut hukum sampai harus mengerjakan UN di dalam tahanan seperti pelaksanaan UN SMA waktu lalu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, M Nadlif mengatakan, untuk mekanisme pengawasan yang dilakukan pada pelaksanaan UN SMP tidak jauh beda dengan UN SMA.
"Kita lakukan model pengawasan silang penuh antar sekolah dan madrasah dalam sub rayon, sehingga pengawas dari sekolah tertentu akan mengawasi pelaksanaan UN di sekolah lain, agar tidak terjadi kecurangan," katanya.
Nadlif menyebutkan, total lembaga pendidikan yang menjadi penyelenggara UN tingkat SMP di Kabupaten Gresik mencapai 238 penyelenggara.
Sedangkan untuk total peserta pelaksanaan UN tingkat SMP sebanyak 17.206 siswa, sesuai dengan Daftar Nomor Tetap (DNT) peserta UN yang diajukan ke Provinsi Jawa Timur.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.