Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meninjau langsung program revitalisasi sekolah Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sidoarjo.
"Sebanyak 129 satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat yang mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP," katanya di Sidoarjo, Jumat.
Ia mengatakan, program revitalisasi sekolah merupakan bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga, program tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan sekolah.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan perhatian terhadap pendidikan. Saya ingin melihat di Sidoarjo mendapat berapa. Ternyata ada 129 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi,” kata BHS sapaan akrabnya.
BHS merinci, dari 129 satuan pendidikan tersebut terdiri atas 32 satuan pendidikan jenjang PAUD, 81 SD, dan 16 SMP. Khusus jenjang SMP, menurut dia, jumlah penerima revitalisasi hampir mencapai separuh dari total SMP negeri di Sidoarjo.
Ia mencontohkan SMP Negeri 4 Sidoarjo yang mendapatkan revitalisasi berupa perbaikan bangunan sekaligus pembangunan dua ruang kelas baru. Dua ruang kelas tersebut diproyeksikan dapat menambah kapasitas pembelajaran bagi lebih dari 50 siswa.
“Ini bukti bahwa pemerintah pusat sangat perhatian terhadap pendidikan. Bukan hanya SD dan SMP, tetapi SMA juga akan saya cek, termasuk dukungan smart board yang diberikan ke Sidoarjo,” ujar BHS.
Menurut BHS, Sidoarjo juga mendapat sekitar 1.500 perangkat smart board untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Dengan nilai sekitar Rp70 juta per unit, bantuan tersebut dinilai sebagai investasi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Bayangkan, satu smart board sekitar Rp70 juta. Ini penting sekali untuk direalisasikan di Sidoarjo,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih menyambut positif program revitalisasi dari pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut sangat membantu karena kemampuan APBD belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan rehabilitasi sekolah.
“Kami dari Dinas Pendidikan sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah melakukan kegiatan revitalisasi seperti ini. Ini sangat membantu karena APBD belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan kerusakan maupun rehabilitasi berat, termasuk ruang kelas baru,” ujar Netti.
Netti meminta seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD, SD hingga SMP, segera memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik), terutama terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah.
“Data utamanya adalah Dapodik. Karena itu sekolah harus melakukan update, terutama mengenai kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah,” katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.