Malang (Antara Jatim) - Sebanyak 2.000 personel kepolisian akan mengamankan tahapan demi tahapan hingga pencontrengan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Malang, Jawa Timur, yang digelar 23 Mei mendatang. Wakapolres Kota Malang Kompol Wiyogo Pamungkas, Selasa, mengatakan personel keamanan yang bakal duturunkan dalam mengamankan pilkada nanti berasal dari Polres Kota Malang, BKO Brimob serta bantuan personel dari Polda Jatim. "Personel kepolisian ini siap diturunkan kapan saja dan secara keseluruhan kami juga sudah siap untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Kota Malang, termasuk tahapannya. Kami berharap pelaksanaan pilkada nanti lancar, aman dan situasi juga tetap kondusif," tegas Wiyogo. Menyinggung adanya intimidasi terhadap salah seorang anggota tim sukses pasangan calon yang diusung PDIP Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo, Wiyogo berharap tidak akan terjadi dan terulang kembali. "Malang ini kan terkenal aman dan nyaman. Saya yakin masyarakat Kota Malang juga mampu menjaga kondisi keamanan dan jangan sampai ada n intimidasi lagi yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab," katanya, menandaskan. Sebelumnya Panwas Kota Malang juga telah menertibkan sejumlah baliho, banner dan spanduk para pasangan calon yang dinilai melanggar aturan kampanye. Sementara kampanye bagi pasangan calon digelar mulai 6-19 Mei mendatang. Hanya saja, masih banyak banner, baliho dan spanduk pasangan calon yang tetap dibiarkan terpasang oleh Panwas dengan alasan alat peraga tersebut memiliki izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Malang. "Kami masih akan melakukan koordinasi dengan BP2T terkait alat peraga yang mengantongi izin ini. Namun, kami pasti akan melakukan penertiban hingga wilayah ini bersih dari alat peraga kampanye hingga tahapan kampanye dimulai," ujar Ketua Panwas Kota Malang Ashari Husein. Pilkada Kota Malang akan diikuti oleh enam pasangan calon, dua pasangan dari jalur perseorangan dan empat pasangan diusung oleh partai politik (parpol). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menyiapkan 1.200 tempat pemungutan suara (TPS) untuk menampung suara pemilih yang mencapai 612 ribu lebih.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026