Surabaya (Antara Jatim) - Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, mengingatkan kepada pemerintah provinsi agar lebih serius memperhatikan sembilan indikator pembangunan kesehatan sebagai upaya pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) 2015.
"Berdasarkan hasil evaluasi tahap menengah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2012, dari 51 indikator pembengunan kesehatan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan, ada sembilan indikator yang memerlukan perhatian lebih serius," ujarnya di sela Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Regional Tengah di Surabaya, Senin malam.
Dari sembilan indikator, lima diantaranya dinilai masih sulit dicapai yakni penurunan angka kematian ibu (AKI), penurunan angka kematian bayi (AKB), penurunan total "fertility rate", peningkatan persentase penduduk dengan akses air minum berkualitas dan penurunan "annual parasite index" untuk penyakit malaria.
Ia menjelaskan secara rinci untuk target 2014, masing-masing penurunan AKI dari 100 ribu kelahiran hidup diprediksi meninggal 118 orang, target penurunan AKB dari 1.000 kelahiran hidup diprediksi meninggal 24 bayi, penurunan "TFR" targetnya 2,1 anak, persentase penduduk dengan akses air minum targetnya 68 persen, serta penurunan "API" penyakit malaria dengan target 1 saja.
Tidak hanya itu saja, Nafsiah juga merinci empat indikator lainnya yang statusnya berwarna kuning yakni peningkatan umur harapan hidup pada 2014 targetnya 72 tahun, peningkatan cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih pada tahun sama targetnya 90 persen.
"Indikator lain yakni peningkatan persentase penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV/AIDS sebanyak 90 persen pada 2014, dan peningkatan persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan sebanyak 80,10 persen," katanya.
Pihaknya berharap, melalui Rakerkesnas yang digelar 1-3 April ini provinsi sebagai penyelenggara pemerintah di daerah mampu berperan aktif dan efektif sebagai koordinator penyelenggara pembangunan kesehatan di daerahnya.
"Tujuannya agar upaya-upaya kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal di daerah, terutama untuk percepatan pencapaian target MDG's," kata dia.
Rakerkesnas regional tengah diikuti perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang berasal dari 10 provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Beberapa isu penting pada 2013 yang akan dibahas Rakerkesnas kali ini yakni upaya akselerasi pencapaian MDG's 2015, persiapan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional, dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan kesehatan melalui sistem kesehatan nasional.
Sebelumnya, pada 19-20 Maret 2013 digelar di Jakarta Rakerkesnas Regional Barat diikuti 13 provinsi di bagian Indonesia barat. Selanjutnya, 14-17 April 2013 akan digelar Rakerkesnas Regional Timur di Makassar dan diikuti 10 provinsi di bagian Indonesia timur. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.