Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendoakan jamaah haji berasal dari Jatim menjadi haji mabrur saat menghadiri Shalat Idul Adha 1447 Hijriah bersama sekitar 40 ribu umat Islam di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Rabu.
“Kepada masyarakat yang berkurban di Masjid Al-Akbar, kami ucapkan terima kasih. Kita doakan masyarakat Jatim yang sedang menunaikan ibadah haji, semoga lancar dan menjadi haji mabrur," kata dia dalam sambutan.
Shalat Idul Adha di MAS dipimpin Imam Besar MAS KH Abdul Hamid Abdullah, sedangkan khutbah disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abd Halim Soebahar.
Dalam khutbah bertema “Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul” itu, ia menegaskan Idul Adha mengandung pelajaran tentang kesabaran dan kepatuhan tertinggi kepada Allah SWT.
“Kesabaran paling tinggi itu diteladankan Nabi Ibrahim ketika taat pada perintah Allah harus rela mengorbankan anak sendiri, Nabi Ismail,” katanya.
Ia menjelaskan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi teladan tentang ketundukan, keikhlasan, serta pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT.
“Kisah ini diabadikan dalam Al Quran sebagai salah satu kisah kesabaran yang sangat luar biasa untuk kita teladani bersama. Dalam potongan kisah tersebut, kita menyaksikan dua sosok luar biasa. Nabi Ibrahim tidak hanya menunjukkan ketaatan sebagai seorang hamba, tapi juga ketegaran dan keberanian sebagai seorang ayah yang sanggup menundukkan rasa cintanya kepada sang anak demi patuh kepada Tuhannya," katanya.
Halim juga menyoroti pentingnya membangun generasi unggul yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah melalui pendidikan.
Ia menyebut program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak 2019 telah menjangkau 7.976 penerima manfaat jenjang sarjana strata 1 (S1), strata dua (S2), dan strata tiga (S3) melalui kerja sama dengan 150 perguruan tinggi.
Usai Shalat Idul Adha, panitia kurban MAS melakukan penyembelihan 72 hewan kurban terdiri atas 49 kambing, 17 sapi, dan enam sapi patungan.
Hewan kurban tersebut berasal dari Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026