Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Dua kereta api yang beroperasi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember sempat diberhentikan sementara saat terjadi gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.
"Setelah merasakan adanya gempa bumi, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) Daop 9 Jember yang berpusat di Jember langsung melakukan konfirmasi kepada semua petugas stasiun dari Pasuruan hingga Ketapang," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember, Selasa.
Sebagai langkah preventif yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan, lanjut dia, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 Jember sempat diberhentikan luar biasa (BLB) untuk menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana pasca-gempa.
"Kereta api yang dilakukan BLB, antara lain KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang," tuturnya.
Ia menjelaskan kedua KA tersebut diberhentikan sementara di Stasiun Kalisetail guna menunggu hasil pengecekan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, dan prasarana pendukung lainnya.
Para petugas prasarana dari jalan rel dan jembatan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, dan prasarana pendukung lainnya. Dalam hasil pemeriksaan tersebut, lintas operasional kereta api di wilayah Daop 9 Jember dalam kondisi aman.
"Setelah dilakukan konfirmasi dan juga pengecekan pada pukul 16.05 WIB maka seluruh lintas Daop 9 Jember dari Pasuruan sampai Ketapang, baik jalur maupun bangunan stasiun dalam kondisi aman dan tidak sampai mengganggu operasional kereta api," katanya.
Perjalanan kedua kereta api kembali dilanjutkan, yakni KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi berangkat kembali dari Stasiun Kalisetail pada pukul 16.10 WIB dengan kelambatan sekitar 10 menit.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pada Selasa (26/5) pukul 15.39 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,1 yang diupdate menjadi magnitudo 4,8 yang berpusat 99 kilometer tenggara Jember dengan titik kedalaman 14 kilometer pada titik koordinat 9,07 LS - 113,82 BT.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026