Kediri (Antara Jatim) - Target produksi Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, Jawa Timur, pada 2013 turun daripada 2012 dari sebelumnya 81.157 ton menjadi 75 ribu ton. "Target produksi awalnya 90 ribu ton, tapi setelah dibahas lagi menjadi 75 ribu ton," kata Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Bulog Subdivre Kediri Dwi Santoso di Kediri, Minggu. Ia mengatakan produksi beras di wilayah Bulog Kediri yaitu Kota/Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk lebih dominan beras kualitas premium daripada medium. Pihaknya menyebut, penurunan target produksi itu sudah dikoordinasikan dengan Bulog Jatim. Untuk alasan pastinya, ia enggan menyebut. Diduga, musim yang kurang mendukung serta serangan hama yang membuat target produksi pada 2013 ini diturunkan. Pada 2012 lalu, target produksi mencapai 81.167 ton tapi mampu terealisasi sampai 82.000 ton. Untuk penyerapan gabah, Dwi mengatakan sudah mencapai sekitar 2.000 ton. Saat ini penyerapan memang belum maksimal karena masih belum memasuki panen raya. Biasanya, penyerapan akan melimpah akhir Maret, saat para petani sudah panen. Dari tiga daerah yang menjadi penyuplai beras untuk Bulog Kediri, Dwi menyebut yang paling besar tetap disuplai dari Kabupaten Nganjuk. Sementara untuk Kabupaten/Kota Kediri produksinya tidak sebesar dari Nganjuk. Pihaknya menyebut beras yang diserap itu untuk keperluan raskin. Stok yang ada di gudang Bulog Kediri saat ini masih sekitar 23.000 ton. Jumlah itu belum ditambah dengan penyerapan saat ini. Untuk raskin, jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) di Bulog Kediri 2013 mencapai 212.145 dimana Kota Kediri mendapatkan 11.694 RTS-PM, Kabupaten Kediri 113.288 RTS-PM, dan Kabupaten Nganjuk 87.163 RTS-PM. Jumlah RTS-PM pada 2013 lebih sedikit daripada 2012 yang mencapai 253.526 RTS-PM. Dengan jumlah penerima raskin sampai 212.145 RTS-PM ini kebutuhan beras setiap bulannya mencapai 3.182 ton. Tentang distribusi beras ke luar daerah, Dwi mengatakan sudah ada pembicaraan baik akan dikirim ke Bulog Jatim ataupun ke luar Pulau Jawa. Namun, untuk jumlah pastinya masih dalam pembicaraan. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026