Keselamatan harus menjadi gerakan bersama dan budaya hidup masyarakat

Surabaya (ANTARA) - Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Surabaya menegaskan pentingnya transformasi budaya K3 berbasis human factors dan pendekatan sistemik. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Seminar K3 Nasional di Surabaya, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kadisnaker Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto, menyoroti peningkatan kasus kecelakaan kerja yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. 

"Kecelakaan kerja di Jawa Timur tercatat sebanyak 25.396 kasus pada tahun 2022, meningkat menjadi 31.448 kasus pada 2023, kemudian 37.780 kasus pada 2024, hingga sekitar 48.402 kasus pada 2025," demikian data yang disampaikan Gubernur Khofifah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Minggu.

Data kecelakaan kerja tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan budaya keselamatan harus dilakukan secara lebih partisipatif dan berorientasi pada manusia. 

Gubernur Khofifah menilai pendekatan human factors menjadi penting karena manusia merupakan pusat dari seluruh sistem kerja yang dipengaruhi kondisi fisik, psikologis, lingkungan, komunikasi, kepemimpinan, hingga budaya organisasi. 

Wakil Ketua DK3P Jatim Edi Priyanto menambahkan budaya K3 tidak lagi cukup dipahami sebatas pemenuhan regulasi atau kewajiban administratif namun harus menjadi kesadaran kolektif dan nilai yang hidup dalam setiap aktivitas kerja.

Maka DK3P Jatim menyatakan akan terus mengampanyekan dan mendorong pencapaian budaya K3 di masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh unsur.

Edi menegaskan budaya K3 tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah atau perusahaan semata tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari pemerintah daerah, praktisi K3, pekerja, serikat pekerja, akademisi dan mahasiswa, organisasi serta lembaga masyarakat, asosiasi, hingga komunitas K3. 

"Keselamatan harus menjadi gerakan bersama dan budaya hidup masyarakat," ucapnya.
 



Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026