London, (Antara/AlertNet) - Empat juta orang diduga terlantar di Suriah akibat kemelut dua tahun di negara itu, meningkat dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya, kata kepala Bulan Sabit Merah Arab Suriah (SARC). Hampir separuh dari mereka tidak memperoleh pangan sesuai dengan kebutuhan mereka, kata Abdul Rahma Attar, kepala SARC kepada AlerNet. Pertempuran antara kelompok pemberontak dan pasukan pemerintah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah-rumah mereka sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dimulai dua tahun lalu. Lebih dari satu juta orang lari melintasi perbatasan, tetapi mayoritas masih berlindung di Suriah. Dari jumlah itu, banyak yang ditampung oleh keluarga-keluarga Suriah, tetapi banyak yang terpaksa ditampung di gedung-gedung yang hancur atau sekolah dan stadion-stadion. "Yang sangat mereka butuhkan saat ini adalah tempat penampugan, pangan, kasur, selimut, peralatan memasak dan selama musim dingin alat pemanas dan lilin," kata Attar dalam satu wawancara Senin di London. Ia menambahkan bahwa SARC membutuhkan segera pangan lebih banyak untuk didistribusikan -- saat ini hanya untuk dua juta orang, atau separuh dari yang dibutuhkan, menerima paket pangan, katanya. SARC adalah badan penyalur utama Program Pangan Dunia (WFP) dan badan-badan PBB lainnya. WFP berencana akan meningkatkan jumlah orang yang menerima bantuan pangan menjadi 2,5 juta orang April. Pasokan obat-obatan juga sangat dibutuhkan, katanya. Lebih dari 30 rumah sakit pemerintah hancur-- sepersepuluh dari seluruh jumlah rumah sakit-- dan pelayanan kesehatan memburuk, kata Attar. Jumlah orang terlantar di dalam negeri bisa naik setengah juta dalam beberapa hari ke depan karena banyak orang melarikan diri akibat pertempuran baru atau berusaha mencari tempat yang aman di perbatasan, kata Attar. "Pertempuran meningkat di negara itu.Satu-satunya daerah yang tenang adalah kota-kota pelabuhan di daerah barat Tartous dan Latakia." SARC memiliki sekitar 9.000 relawan terlatih, sebagian besar mereka berusia antara 18 sampai 28 tahun, semuanya bekerja tanpa dibayar. Attar mengatakan beberapa orang tewas sejak pemberotakan dimulai dua tahu lalu, dan 10 relawan kini dipenjarakan. Sekitar 70.000 orang tewas dalam pemberontakan terhadap kekuasaan empat dasa warsa keluarga Bashar al-Assad, yang dimulai dengan protes-protes damai tetapi meningkat menjadi perang saudara setelah pasukan Bashar menembak dan menahan ribuan anggota oposisi. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026