Sidoarjo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sidoarjo, Jawa Timur, terus menggenjot capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di wilayah setempat.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Arie Fianto Sofyan di Sidoarjo, Sabtu mengatakan capaian UCJ per 21 April 2026 berada di angka 48,52 persen atau 489.224 peserta aktif.
"Peningkatan kepesertaan tetap menjadi fokus, khususnya bagi peserta mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU)," katanya.
Ia mengatakan, salah satu langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan capaian tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
"Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas jangkauan perlindungan kepada seluruh lapisan pekerja, baik formal maupun informal," katanya.
Selain itu, kata dia, dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo melalui berbagai kanal media sosial juga menjadi bagian penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.
“Peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kesadaran publik. Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin dengan baik demi tercapainya perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Sidoarjo,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, guna mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal bagi seluruh masyarakat.
Pada Triwulan I, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo telah membayarkan Rp261,16 miliar untuk 14.049 kasus.
"Program jaminan hari tua masih menjadi penyaluran terbesar dengan Rp227,5 miliar, diikuti JKK sebesar Rp21,4 miliar. Manfaat beasiswa anak pada awal tahun ini juga mencapai Rp6,66 miliar untuk berbagai jenjang pendidikan," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026