Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II memperkuat kapasitas usaha dan edukasi perpajakan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) melalui kegiatan Business Development Services (BDS) 2026 bertema UMKM Adaptif di Era Digital .

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Arridel Mindra mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional karena berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.

"Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan dan KPP Pratama Sidoarjo Barat yang melibatkan 50 pelaku UMKM, termasuk anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Cabang Sidoarjo," kata Arridel dalam keterangannya di Sidoarjo, Kamis.

Menurutnya, antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari tingginya minat terhadap produk yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung sehingga memberikan peluang peningkatan pemasaran bagi para pelaku UMKM.

Arridel menyatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dan bazar yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM peserta sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jaringan usaha melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi BDS yang menghadirkan edukasi perpajakan serta pengembangan usaha berbasis digital bagi para peserta UMKM.

Arridel menuturkan, dalam kegiatan tersebut para peserta memperoleh pembekalan terkait kewajiban perpajakan UMKM, strategi pengembangan usaha, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
"Kami mengajak Wajib Pajak Badan untuk segera melaporkan SPT Tahunan sebelum batas akhir pelaporan, serta Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum menyampaikan SPT agar segera memenuhi kewajiban perpajakan tanpa menunda hingga mendekati batas waktu," ujar Arridel.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026