Kediri (ANTARA) - Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, menyatakan masih menunggu keputusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terkait usulan pesantren setempat menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

"Keputusan resmi tentu kita semua menunggu hasil dari konferensi besar yang menurut informasi akan dilaksanakan pada bulan April ini," kata Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kiai Haji Abdul Muid Shohib dalam keterangannya di Kediri, Jumat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri Kiai Haji Nurul Huda Djazuli dan berbagai pihak yang telah mengusulkan Pesantren Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

Namun, ia menegaskan hingga kini belum ada permintaan resmi soal penunjukan Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU.

"Sampai saat ini, karena belum ada permintaan resmi, pihak Lirboyo juga belum pernah secara khusus membahas hal tersebut dalam forum internal," katanya.

Ia menambahkan Pesantren Lirboyo Kediri siap menjalankan amanat jika nantinya ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar NU.

"Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama, apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercaya, insyaallah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut," kata Abdul Muid.

Ia menjelaskan Pesantren Lirboyo pernah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan Muktamar NU pada tahun 1999.

"Selain itu, dari sisi sarana dan prasarana, kondisi Lirboyo saat ini alhamdulillah relatif lebih memadahi," tambahnya.

Sementara itu, di jajaran PBNU, saat ini masih fokus melakukan konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan pelaksanaan muktamar yang direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027 Saifullah Yusuf mengatakan persiapan muktamar tersebut meliputi konsolidasi internal organisasi hingga verifikasi administrasi kepengurusan yang berhak menjadi peserta dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

Selain melakukan konsolidasi organisasi, PBNU juga memanfaatkan momentum silaturahmi dengan para ulama sepuh untuk memohon doa restu menjelang pelaksanaan muktamar.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menuturkan agenda silaturahmi tersebut, antara lain dengan sejumlah kiai sepuh di berbagai pesantren di Jawa Timur.

"Nanti setelah itu, saya biasanya akan lanjut sowan pada beberapa ulama, khususnya kiai-kiai sepuh, seperti ke Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Fuad Sidogiri, dan beberapa lagi yang lain untuk mohon doa restu," ujarnya.

Mengenai lokasi pelaksanaan Muktamar, Gus Ipul mengatakan hingga kini masih dalam pembahasan dan belum diputuskan karena harus melalui mekanisme rapat organisasi. Sejumlah alternatif lokasi masih dikaji, baik di wilayah Jawa maupun di luar Jawa.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026