Pasuruan - Ratusan warga menggelar demonstrasi, Kamis, untuk menuntut KPUD Kabupaten Pasuruan netral dan transparan menjelang masa tenang Pilkada Kabupaten Pasuruan.
Koordinator aksi Ayik Suhaya mengatakan netralitas dan keterbukaan serta transparasi anggaran keuangan KPUD Kabupaten Pasuruan masih sangat amburadul.
Hal itu dibuktikan dengan adanya ribuan warga kabupaten Pasuruan yang tidak tahu kapan digelarnya pesta demokrasi yang dilaksanakan pada 3 Maret.
Dalam aksinya, mereka membakar keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani para komisioner KPUD Kabupaten Pasuruan karena tidak menemui mereka.
Aksi tersebut berjalan dengan tertib, karena dijaga ketat aparat kepolisian gabungan dari Polres Pasuruan, dan Brimob Polda Jatim.
Ketua KPU Kabupaten Zaenal Abidin menyangkal tuduhan itu. Ia mengatakan KPUD sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk masalah netralitas.
"Semua aspirasi mereka tidak benar. Tentunya tidak ada penyimpangan anggaran. Kami juga bekerja secara profesional serta netral. Tentunya semuanya ada aturan. Untuk rincian laporan penggunaan anggaran nanti pada saatnya," jelas Zaenal Abidin. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.