Tuban (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam melakukan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aplikasi Jaga Dapur MBG.
Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sonny Sonjaya di Tuban, Jawa Timur, Rabu mengatakan program MBG harus diawasi dengan ketat oleh masyarakat, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum baik kejaksaan maupun kepolisian.
"Kejaksaan Agung telah membangun sistem pengawasan dengan aplikasi Jaga Dapur MBG untuk langkah pencegahan yang efektif," katanya.
Ia menjelaskan seluruh penerima manfaat mulai anak-anak, balita, ibu hamil dan menyusui dapat melaporkan SPPG dengan mengakses sistem tersebut.
Ia menegaskan seluruh mitra di Indonesia yang tercatat sebanyak 26.126 SPPG tidak diperbolehkan melakukan mark up dan menurunkan kualitas.
"Sosialisasi pengawasan bersama Kejaksaan Agung dimulai dari Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur adanya sistem tersebut. Apabila ada penyimpangan dan kurangnya yang melaporkan para penerima manfaat," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M., menyampaikan bahwa sistem pengawasan tersebut dibuat setelah adanya pengaduan langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) daerah pemilihan Bojonegoro dan Tuban terkait permasalahan MBG.
"Dalam upaya pencegahan ke depan Kejaksaan Agung menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau output produk SPPG dan hasilnya sesuai dengan nilai yang sudah ditentukan," terangnya.
Menurutnya, penerima manfaat melalui perwakilan sekolah dan sebagainya diberikan link akses aplikasi tersebut untuk membuat laporan apabila terdapat ketidaksesuaian menu MBG yang dibagikan.
Dalam sistem itu terdapat kekurangan dari produk SPPG, seperti kurangnya gizi maupun kualitas MBG. Namun tidak sekadar tulisan saja melainkan juga dilengkapi dengan bukti video menu makanan tersebut.
"Dalam pelaporan ini juga tidak hanya tentang yang negatif terhadap dapur MBG tetapi juga ada apresiasi, karena BGN perlu masukan dapur mana yang bagus menurut versi dari para penerima manfaat," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026