Gresik (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Data ini harus terus diperbarui karena sifatnya dinamis. Setiap hari ada perubahan, baik karena kelahiran, kematian, maupun perpindahan penduduk,” katanya di Gresik, Jawa Timur, Senin.

Ia menegaskan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, pemerintah berupaya menyatukan basis data sosial agar tidak terjadi perbedaan data antarinstansi dalam penyaluran program bantuan.

“Dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan tidak ada lagi penggunaan data yang berbeda-beda, dan pengelolaan data dilakukan oleh BPS,” ujarnya.

Menurut dia, pemutakhiran data menjadi kunci dalam memastikan seluruh program prioritas, termasuk bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, dapat menjangkau kelompok miskin dan miskin ekstrem secara tepat.

Selain itu, ia menjelaskan program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya terpadu dalam pengentasan kemiskinan, dengan menyasar keluarga pada desil 1 dan 2 DTSEN.

“Sekolah Rakyat ini menjadi miniatur pengentasan kemiskinan. Anak-anaknya mendapatkan pendidikan, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu agar layak huni, serta mendapatkan bantuan sosial,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan pemerintah daerah terus melakukan penyelarasan data DTSEN melalui verifikasi lapangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Melalui langkah ini, kami memastikan penetapan desil sesuai kondisi di lapangan, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik dengan total nilai Rp391,8 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026