Surabaya (ANTARA) - Organisasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Surabaya mendorong pengembangan olahraga tersebut di wilayah setempat dengan menggandeng Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni sebagai dewan penasihat organisasi itu.
Ketua Orado Surabaya Rio GaharI dalam keterangannya di Surabaya, Selasa mengatakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Surabaya merupakan bagian dari upaya memperkenalkan organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami ingin memperkenalkan Orado sekaligus memperluas dukungan agar olahraga domino bisa berkembang lebih baik dan diterima masyarakat sebagai olahraga yang positif,” ujar Rio.
Ia menjelaskan, kepengurusan Orado Surabaya diisi oleh berbagai latar belakang profesi mulai dari pengusaha, notaris, profesional, karyawan, atlet, guru hingga buruh.
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan organisasi dalam memperluas jaringan pembinaan olahraga domino di masyarakat.
Rio menjelaskan, Orado Surabaya juga memiliki misi untuk mengubah stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada permainan domino.
Ia menilai domino sejatinya merupakan olahraga olah otak yang mengandalkan kemampuan berpikir, strategi, serta daya ingat pemain.
“Selama ini domino sering dipandang negatif. Padahal sebenarnya ini olahraga yang menguji strategi, kemampuan membaca permainan, dan daya ingat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Arif Fathoni menyambut baik inisiatif Orado Surabaya dalam mengembangkan olahraga domino secara lebih terorganisir dan menilai permainan domino memiliki nilai edukatif karena melatih konsentrasi, strategi, dan kemampuan membaca situasi.
“Domino ini bukan sekadar permainan biasa. Di dalamnya ada unsur strategi, konsentrasi, dan kemampuan membaca situasi. Karena itu saya melihat domino bisa menjadi olahraga olah otak yang menarik jika dikembangkan secara terorganisir,” ujar Fathoni.
Ia menyatakan siap mendukung upaya Orado Surabaya dalam mengembangkan olahraga domino agar semakin diterima masyarakat.
"Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi olahraga yang rekreatif sekaligus kompetitif,” katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026