Malang Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Malang Kota memastikan stok bahan bakar minyak di wilayah setempat masih aman, sehingga warga tak perlu melakukan "panic buying" karena stok bahan bakar minyak (BBM) di daerah itu dalam kondisi aman.
Kepala Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana di Mapolresta Malang Kota, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, menyampaikan sudah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan pengecekan ketersediaan BBM.
"Kami sudah bekerja sama dengan Pemkot Kota Malang untuk memantau stok (BBM) yang dihitung aman dan masyarakat tidak perlu kekhawatiran," kata Putu.
"Panic buying" atau pembelian secara berlebihan BBM belakangan muncul di beberapa daerah, salah satunya di Aceh. Fenomena ini terjadi seiring berkembangnya isu gangguan pasokan energi imbas pecahnya peperangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Putu pun kembali mengingatkan kepada warga Kota Malang bahwa ketersediaan pasokan BBM dalam kondisi yang aman, termasuk untuk kebutuhan menjelang berlangsungnya arus mudik Lebaran 2026.
"Jangan sampai panic buying karena memicu situasi yang tidak terkendali," ujar dia.
Di tempat yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan pemantauan terhadap pasokan BBM yang telah dilakukan selaras dengan arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mencegah keresahan publik.
Kondisi serupa, kata dia, juga berlaku untuk ketersediaan elpiji masih cukup untuk kebutuhan masyarakat.
"Tolong disampaikan kepada masyarakat semuanya masih aman. Kemudian untuk bahan pokok kami sudah menyiapkan intervensi apabila ada kenaikan yang tidak wajar," kata Wahyu.
Berdasarkan keterangan dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus (Jatim, Bali, Nusantara Tenggara) menyatakan ketahanan energi di wilayah Jawa Timur dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah/2026 Masehi.
"Pendistribusian BBM ke lembaga penyalur sejauh ini tetap berjalan lancar dan tanpa kendala," ujarnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.