PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (25/1), dengan keras mengutuk serangan baru-baru ini di seluruh Irak, dan menyampaikan solidaritas PBB untuk membantu negeri tersebut "dalam membangun negara yang damai, demokratis, dan makmur".
"Sekretaris Jenderal dengan keras mengutuk gelombang serangan ... baru-baru ini di seluruh Irak, yang telah menewaskan ratusan orang dan melukai banyak orang lagi," demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, oleh juru bicara Ban.
Kelompok Al Qaida di Irak pada Senin (21/1) mengaku bertanggungjawab atas serangkaian pemboman dan serangan mematikan di seluruh negeri itu dalam satu pekan belakangan. Sementara itu, protes anti-pemerintah dan pertikaian politik menyebar luas di Irak.
Dua pemrotes tewas dan 10 orang lagi cedera, saat mereka bentrok dengan pasukan polisi pada Jumat pagi di Kota Fallujah, Irak. Media setempat melaporkan tentara Irak melepaskan tembakan selama bentrokan dengan pemrotes Sunni yang berpawai guna menentang pemerintah, yang didominasi kelompok Syiah.
Di dalam pernyataan tersebut, pemilin PBB itu juga "menyesalkan tewas dan cederanya sejumlah pemrotes hari ini di Fallujah", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi. Ban, yang mengakui hak untuk berkumpul secara damai, menyeru semua pihak "agar sepenuhnya menahan diri", kata pernyataan tersebut.
"Sekretaris jenderal kembali menyampaikan seruannya pada Desember lalu kepada pemimpin politik Irak dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat agar melakukan dialog banyak pihak, dengan tujuan memperkokoh persatuan dan keamanan di negeri itu," katanya.
"PBB, melalui Misi Bantuan PBB bagi Irak (UNAMI), tetap terikat komitmen dan siap membantu rakyat serta pemerintah Irak dalam membangun negara yang damai, demokratis dan makmur," tambah pernyataan tersebut. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.