Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak satuan pendidikan untuk menerapkan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Mu'ti, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak dini, karena sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, namun juga ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, serta kepekaan sosial peserta didik.
“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Mu’ti di Jakarta, pada Senin.
Ia menjelaskan pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI.
“Sekolah yang aman adalah sekolah dimana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi,” imbuhnya.
Mendikdasmen Mu'ti menambahkan keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan.
Peserta didik, kata dia, perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.
Selain itu, pihaknya juga menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah.
Ia mengingatkan perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.
Mu'ti menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.
“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional dimana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” kata Mendikdasmen Mu'ti.
