Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, mengusulkan revitalisasi sejumlah bangunan Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan perbaikan kepada pemerintah pusat pada 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan revitalisasi yang diusulkan tidak bersifat pembangunan total, melainkan perbaikan ruang kelas dan bagian bangunan lainnya yang sudah usang, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan optimal.

"Saya meminta dinas terkait bersama pelaksana proyek mempercepat pengerjaan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan," ujar Bagus saat meninjau progres revitalisasi sejumlah SD di Madiun, Selasa.

Adapun peninjauan revitalisasi sekolah antara lain dilakukan di SDN Manguharjo di Jalan Hayam Wuruk dan SDN Ngegong di Kelurahan Ngegong Kota Madiun. Keduanya menjadi bagian dari sekolah yang mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi.

Untuk SDN Manguharjo, revitalisasi mendapatkan anggaran sekitar Rp680 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Anggaran tersebut digunakan untuk pembenahan ruang kelas, toilet, dan perpustakaan. Saat ditinjau, pekerjaan masih dalam tahap persiapan dan pengerjaan struktur bangunan.

Sementara di SDN Ngegong, revitalisasi mendapatkan anggaran sekitar Rp468 juta untuk empat ruang kelas. Selain itu satu ruang kelas lainnya mendapatkan dukungan anggaran dari APBD.

Plt Wali Kota Bagus memastikan progres pembangunan terus dipantau agar hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan siswa.

"Kalau sudah mendekati finishing, kita cek supaya bisa melihat kualitas bangunan dan kebutuhan siswa saat ini," katanya.

Pihaknya juga meminta Dinas Pendidikan untuk terus mengawal proses pengerjaan, sehingga dapat segera digunakan untuk siswa.

"Saya sampaikan kepada dinas dan pelaksana proyek untuk mengejar waktu. Jangan sampai terlambat dari waktu yang sudah ditentukan," katanya.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026