Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur, melaporkan, jumlah rumah rusak akibat terpaan angin kencang dan puting beliung di daerahnya selama dua hari terakhir mencapai 125 unit. "Jumlah ini dimungkinkan masih terus bertambah karena potensi angin kencang diprediksi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan," kata Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Ponorogo, Setyo Budiyono, Senin. Ia belum bisa menyebut estimasi kerugian secara pasti. Alasannya selain masih dalam tahap pendataan, kerusakan juga terjadi di sektor pertanian dan perkebunan. Setyo mencontohkan kerusakan satu hektare lebib tanaman cengkih di Kecamatan Pulung. Menurutnya, kerugian dari sektor perkebunan saja bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta. "Pokoknya semua masih diinventarisasi," ujarnya. Dikatakannya, pada bencana hari Minggu (20/1), tercatat sebanyak 40 rumah mengalami rusak berat, sementara 30 rumah lainnya rusak sedang dan sisanya rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun angin kencang selama sekitar 10 menit tersebut telah membuat empat desa di Kecamatan Pulung mengalami kerusakan parah. Empat desa yang diterpa bencana antara lain adalah Desa Plunturan, Munggung, Banaran dan Bekiring. "Tadinya kami kira hanya tiga desa, ternyata desa Bekiring juga terimbas kerusakan akibat angin kencang," tutur Budi. Salah seorang korban terparah adalah Lamikun, warga RT 02 RW 02 Desa Plunturan. Rumah laki-laki tukang servis elektronik 42 tahun ini ambruk rata dengan tanah. Sejumlah televisi miliknya dan pelanggan harus rusak kejatuhan genting dan kayu rumah yang porak-poranda diterpa angin. Satu sepeda motor juga sempat terjebak dalam rumah namun bisa dievakuasi dalam kondisi utuh. "Kejadiannya cepat sekali. Tiba-tiba angin datang dan rumah langsung ambruk. Semua perabot berjatuhan saling timpa. untung saya selamat," tutur Lamikun. Karena rumahnya tidak dapat ditinggali lagi, saat ini Lamikun harus mengungsi di rumah saudaranya di desa setempat. Ia hanya berharap pemerintah ikut meringankan beban kerugiannya dengan bantuan perbaikan rumah. Angin kencang sebenarnya terjadi merata di hampir semua wilayah Ponorogo. Namun, sejauh ini laporan kerusakan baru teridentifikasi di empat desa tersebut. Bencana serupa dilaporkan juga terjadi di sejumlah daerah lain, seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Blitar. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026