Malang - Persema terancam tak diperkuat pemain asing pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2013 karena terbentur kepastian anggaran yang dimiliki tim itu. CEO Persema Didied Poernawan Affandi, Jumat, mengakui, sampai saat ini manajemen belum memastikan apakah akan menggunakan pemain asing atau hanya mengandalkan kekuatan pemain lokal. "Untuk kuota pemain asing musim ini tetap seperti sebelumnya, namun kami amsih belum bisa memastikan apakah akan memaksimalkan kuota itu atau justru sebaliknya, tanpa pemain asing sama sekali," tandasnya. Apalagi, lanjut Didied, aturan kompetisi musim ini juga mengatur batasan gaji (salary cap) bagi pemain asing. Secara keseluruhan, gaji untuk pemain tidak boleh melebihi 60 persen dari anggaran secara keseluruhan selama satu musim. Sehingga, kata Didied, implikasinya adalah hanya klub yang memiliki anggaran besar saja yang bisa merekrut pemain asing dan lokal yang berkualitas. Pemain asing yang dimiliki Persema musim lalu adalah Ngon Mamoun, Emile Betrand Mbamba, Denis Kacanovs serta Naum Sekulovski. Jika anggaran Persema terbatas, katanya, maka tim asuhan Slave Radovski itu hanya akan memaksimalkan para pemain muda, bahkan sejumlah pemain lokal senior yang memperkuat Laskar Ken Arok musim lalu hengkang dari klub tersebut. Pemain yang memilih berlabuh dengan tim lain di antaranya adalah Bima Sakti (Persepar Palangkara) dan Irfan Bachdim yang memilih mengikuti seleksi di salah satu klub di Thailand serta Nehemia. Sementara pemain baru yang sudah bergabung dengan Laskar Ken Arok untuk musim ini di antaranya adalah Phandy Widiarto, Febri Wimba dan Saiful Indra Cahya. Sedangkan pemain lama yang tetap bertahan di antaranya adalah M Kamri, Sukasto Effendi dan Kim Jeffry Kurniawan. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026