Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio mengawali tugas pertamanya usai dilantik dengan mengumpulkan seluruh perwira TNI AL yang bertugas di wilayah timur. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Samudera Bumimoro, Surabaya, Jumat, dihadiri para panglima Komando Utama, komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur, perwira menengah, dan perwira pertama. Pertemuan ini merupakan yang pertama dilakukan Laksdya Marsetio setelah sehari sebelumnya dilantik Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sebagai KSAL, menggantikan Laksamana TNI Soeparno. Pada pertemuan yang dipimpin Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono itu, KSAL memberikan pengarahan terkait program pembangunan TNI AL ke depan. Setidaknya ada empat pedoman pembangunan TNI AL yang disampaikan KSAL di hadapan para perwira, yakni melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, penegakan hukum dan pengamanan wilayah laut yurisdiksi nasional. Selanjutnya yang kedua, Marsetio mengingatkan tentang perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan sulit diprediksi serta berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan tugas dan pembangunan TNI AL. "Seperti perkembangan situasi kawasan regional di Laut Cina Selatan, penyelesaian wilayah perbatasan yang berpotensi konflik dan kondisi nasional terkait perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan," katanya. Pedoman pembangunan TNI AL ketiga, lanjut KSAL, menyangkut kebijakan dasar pembangunan yang diarahkan menuju kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF), dengan mengacu pada konsep pengembangan postur ideal TNI AL jangka panjang. Menurut Marsetio, fokus perhatian dalam mewujudkan MEF adalah peningkatan kemampuan mobilitas TNI AL dan satuan tempur, penyiapan pasukan siaga untuk penanganan bencana alam, tugas-tugas perdamaian dunia dan keadaan darurat lainnya. "Pembangunan MEF diimplementasikan dalam tiga rencana strategis hingga tahun 2024. Pencapaian MEF diproyeksikan mencakup organisasi, personel dan alutsista (alat utama sistem senjata) sesuai alokasi anggaran pertahanan," ujarnya. Khusus alutsista, percepatan pencapaian MEF diprioritaskan pada penggantian alutsista yang kondisinya kritis dan tidak layak pakai, serta pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan tugas-tugas mendesak. Sedangkan pedoman pembangunan keempat yang disampaikan Laksdya Marsetio yakni terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026