Malang - Sejumlah pemain lama yang memperkuat Persema di musim kompetisi 2011-2012 hengkang dan mengikuti seleksi di tim lain karena di Persema statusnya belum jelas.
Sekretaris Persema Eka Ananta Sidharta, Rabu, mengakui, ada sejumlah pemain yang mengikuti seleksi di klub lain karena masa kontrak mereka memang sudah habis dan untuk memperpanjang kontrak mereka masih terkendala anggaran.
"Mau bagaimana lagi karena kondisi keuangan kami belum jelas, kami tidak berani menyodokan kontrak baru. Walaupun sebenarnya kami masih ingin mempertahankan mereka untuk musim depan," tandasnya.
Ia mengakui, sebagai persiapan musim depan, Persema baru melakukan kesepakatan prakontrak dengan lima pemain muda, yakni Phandy Widiarto, Didik Ariyanto, Febry Wimba, Syaiful Indra Cahya, dan Moneiga.
Selain melakukan prakontrak dengan lima pemain, katanya, Persema juga baru memiliki empat pemain, yakni Irfan Bachdim, Kim Jefry Kurniawan, Dio Permana serta Nehemia Martin. Mereka kontraknya akan berakhir 2013.
Beberapa pemain lama persema yang mengikuti seleksi di tim lain adalah Firman Basuki, Leonard Tumpamahu, Richi Pravita Hari, dan Moneiga Bagus. Sebenarnya Moneiga sudah menyepakati prakontrak dengan manajemen Persema.
Keempat pemain tersebut mengikuti seleksi di klub "tetangga" Persema, yakni Arema yang berlaga di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) yang diasuh pelatih Dejan Antonic.
Sebenarnya para pemain yang mengikuti seleksi di Arema LPI itu merupakan pemain lama yang direkomendasikan pelatih Slave Radovski untuk dipertahankan dan memperkuat tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut.
"Kami ingin tetap mempertahankan mereka di kompetisi musim depan, namun kami juga tidak bisa apa-apa karena kondisi keuangan Persema masih seperti ini, sehingga tidak bisa memberikan uang muka untuk mengikat pemain," tegasnya.
Sebelumnya Persema dikhabarkan diminati dan akan disponsori oleh perusahaan dari Australia. Namun, sampai sekarang masih belum ada tindaklanjutnya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.