Jember - Sebanyak 12.714 ton pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jember belum terserap oleh petani di kabupaten setempat karena musim tanam (MH) yang mundur.
"Hingga hari ini penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jember mencapai 92.316 ton dari kuota pupuk urea tahun 2012 sebanyak 105.030 ton," kata Asisten Penjualan PT Pupuk Kaltim Perwakilan Jember, Nursalim, Rabu.
Menurut dia, mundurnya musim tanam (MH) serentak di 31 kecamatan di Kabupaten Jember menyebabkan stok pupuk urea bersubsidi belum terserap sebesar 12.714 ton.
Musim tanam padi di Jember mundur pada pertengahan Oktober hingga awal November 2012 karena musim hujan yang juga mundur, sehingga penggunaan pupuk urea bersubsidi juga berkurang.
"Kami prediksi kuota sebanyak 105.030 ton tidak akan terserap 100 persen hingga akhir tahun nanti," katanya.
Ia menjelaskan, PT Pupuk Kaltim mendistribusikan pupuk urea kepada distributor hingga kios resmi, sesuai dengan alokasi pupuk yang sudah diputuskan melalui surat keputusan (SK) Bupati Jember dalam rencana definitif kelompok kerja (RDKK).
"Kami mengeluarkan pupuk urea sesuai dengan permintaan petani melalui RDKK yang disampaikan kepada kios pupuk resmi," ucapnya.
Secara terpisah Ketua Forum Komunikasi Petani Jember, Jumantoro mengatakan banyak petani yang menggunakan pupuk secara berimbang, supaya lahan pertanian mereka tetap subur.
"Sebagian kelompok tani juga menggunakan pupuk kompos buatan sendiri, sehingga hal itu mengurangi penyerapan pupuk urea bersubsidi," tukasnya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.