Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mendorong kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), drone, hingga robotik, agar diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan.
"Bagaimana kita bisa menerbangkan drone-drone tanpa awak untuk turun mendekati lokasi-lokasi yang berat. Bagaimana kita bisa mengerahkan robot-robot canggih yang bisa bekerja membantu manusia di medan yang sangat berat dengan risiko yang jauh lebih rendah. Bahkan artificial intelligence juga bisa membantu kita untuk membuat kebijakan preventif yang lebih presisi," kata Pratikno dalam "Peresmian Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI)" di Jakarta, Rabu.
Menko PMK juga mengingatkan bahwa setiap inovasi teknologi membawa risiko ketimpangan jika hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong paradigma teknologi untuk kemanusiaan.
"Teknologi harus memperkuat kelompok rentan, membantu masyarakat terdampak bencana, penyandang disabilitas, serta memperluas akses layanan publik termasuk kesehatan," kata Pratikno.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas harus berkelindan dengan kebijakan pembangunan yang berbasis risiko dan presisi.
Dari mitigasi bencana hingga sistem pelayanan publik, teknologi harus memperkuat ketangguhan masyarakat dan memperbaiki ekosistem kebijakan.
"Manfaatkan teknologi ini dalam precision policy mencegah bencana. Precision policy untuk memperbaiki ekosistem kita, ketangguhan kita, dan juga mengembangkan teknologi untuk memiliki respons cepat bagi kerja-kerja manusia. Technology for humanity. Itu yang kami terus perjuangkan," katanya.
Peresmian MTCI menjadi ruang kolaborasi baru bagi pemerintah, akademisi, ekosistem inovator, dan sektor swasta untuk membangun teknologi yang inklusif, berbasis nilai kemanusiaan, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat luas.
Agenda tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Dirjen PAUD Dasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto, serta Stafsus Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Kemendikdasmen Muhammad Muchlas Rowi.
