Gresik - Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meminta sejumlah sekolah menarik Lembar Kerja Siswa (LKS) pelajaran sejarah tingkat SMA yang menyudutkan KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur. "Ya kasihan Gus Dur. Oleh karena itu kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi, sebab bisa menimbulkan polemik," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik, M Nadlif, yang mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai isi dari LKS yang telah menyebar ke sejumlah sekolah itu, Selasa. Sebelumnya, Sekretaris Pengurus Cabang GP Ansor Gresik, Agus Junaidi mendapatkan laporan dari salah satu sekolah, jika ada LKS pelajaran sejarah tingkat SMA di Kabupaten Gresik yang menyudutkan Gus Dur. Menurut Agus, dalam materi LKS yang diterbitkan CV Hayati Tumbuh Subur halaman 34-35 disebutkan, sejarah kepemimpinan Gus Dur jatuh dari kursi kepresidenan karena Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate "Di LKS itu dituliskan puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan ditandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang menyebabkan Gus Dur terlibat kasus korupsi," katanya. Bahkan, kata Agus, kalimat "Gus Dur terlibat korupsi" diulangi kembali di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda, sehingga dipecat dari kursi kepresidenan. Oleh karena itu, Pengurus GP Ansor Gresik mendesak Dindik setempat mencabut semua LKS bidang sejarah SMA/MA, sebab tulisan itu sengaja melecehkan Gus Dur. "Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya, sebab penyebutan korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa," katanya. Agus khawatir, bila pemahaman itu menyebar ke sejumlah siswa, maka generasi mendatang akan memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi, padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026