Jember - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun 2013 mengalami defisit sebesar Rp135 miliar.
"Memang benar ada defisit sebesar Rp135 miliar, namun jumlah defisit tersebut masih bisa ditoleransi karena APBD Jember mencapai Rp2,254 triliun," kata Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum, Kamis.
Kekuatan APBD Jember 2013 sebesar Rp2,254 triliun, dengan anggaran belanja langsung sebesar Rp1,443 triliun dan belanja tidak langsung sebesar Rp946 miliar, sehingga tercatat defisit sekitar Rp135 miliar atau 6 persen.
"Jumlah defisit dalam APBD tahun 2013 naik dibandingkan APBD tahun ini yang mengalami defisit sebesar Rp90 miliar karena anggaran belanja lebih besar dibandingkan kekuatan APBD," tuturnya.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, jumlah defisit tersebut sedikit berkurang karena ada tambahan pendapatan sebesar Rp1,8 miliar.
"Kami berharap di akhir tahun anggaran nanti, defisit itu dapat tertutupi dengan pendapatan yang masuk ke kas daerah, sehingga DPRD Jember merekomendasikan agar pemkab meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," paparnya.
Selama ini, lanjut dia, pencapaian PAD masih belum maksimal karena banyak sektor penyumbang PAD belum dioptimalkan oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
"Piutang pajak hotel dan restoran sebesar Rp4 miliar dan pajak itu sekarang masih mengendap di sejumlah pengusaha hotel, restoran dan tempat hiburan," ucap Ulum yang juga Ketua DPC PKB Jember itu.
Selain itu, katanya, Kabupaten Jember akan mendapatkan pemasukan 100 persen dari pajak bumi dan bangunan (PBB) sesuai kebijakan pemerintah pusat yang menyatakan kabupaten/kota diberi kewenangan menarik dan mengelola secara mandiri tanpa harus menyetorkannya ke pemerintah pusat terlebih dahulu per 1 Januari 2013.
"Target PBB Jember tahun depan sebesar Rp29 miliar, sehingga dengan kebijakan pemerintah pusat diharapkan dana sebesar itu dapat menambah PAD," katanya.
Sementara Bupati Jember MZA Djalal meminta agar para pengguna anggaran di masing-masing SKPD dapat memaksimalkan penggunaan APBD tahun 2013.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.