Banyuwangi - Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi, Heru Santoso, mengatakan stok daging sapi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten setempat.
"Kami memastikan tidak ada masalah terkait stok daging sapi karena populasi sapi di Banyuwangi sebanyak 144 ribu ekor dengan tingkat pertumbuhan 3 ribu ekor per bulannya," tuturnya di Banyuwangi, Rabu.
Menurut dia, kelangkaan daging sapi di Jakarta menyebabkan harga daging mahal di sejumlah daerah termasuk Banyuwangi akibat mekanisme pasar, sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan naiknya harga daging sapi tersebut.
"Harga daging sapi merangkak naik menjadi Rp75 ribu per kilogram dan ada pedagang yang menjual lebih dari itu, padahal sebelumnya berkisar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kg," tuturnya.
Ia mengatakan terjadi pengurangan pemotongan sapi di enam rumah pemotongan hewan (RPH) di Banyuwangi, sehingga stok daging sapi di pasaran juga berkurang.
"Biasanya jumlah sapi yang dipotong sebanyak 30 ekor per hari, namun hasil pantauan petugas Disnak yang ada di tiap-tiap kecamatan, saat ini ada pengurangan sebanyak 15 ekor per hari," paparnya.
Heru menjelaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan berencana mengumpulkan semua produsen daging di Jawa Timur dengan melibatkan seluruh Kepala Dinas Peternakan se- Jatim, konsumen dan Asosiasi Peternak Sapi.
"Tujuan pertemuan yang akan digelar di Surabaya itu untuk mencari titik temu berapa harga daging yang layak untuk dilepas ke konsumen, dan bagaimana pandangan konsumen terhadap permasalahan naiknya harga daging," katanya.
Ia optimistis ada solusi dari pertemuan itu yang menguntungkan semua pihak, sehingga tidak terjadi kelangkaan daging sapi dan pemerintah tidak akan melakukan kebijakan impor daging yang dapat menyebabkan harga daging sapi lokal murah.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.