Model permukiman kampung ala Surabaya seperti ini lebih diminati oleh wisatawan mancanegara
Surabaya (ANTARA) - Terdata sebanyak 800 wisatawan mancanegara sepanjang hari ini secara bergelombang mengunjungi perkampungan kawasan Kelurahan Peneleh Surabaya saat kapal pesiar "Viking Cruise Venus" yang ditumpanginya sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Mereka blusukan sembari menyaksikan aktivitas warga di tengah lingkungan padat penduduk yang dikelilingi banyak situs sejarah.
"Menakjubkan, rumah-rumah dengan berbagai gaya arsitektur, menggambarkan masyarakatnya yang berasal dari ragam budaya. Mereka bisa hidup berdampingan dalam satu komunitas," kata Dania Cob, wisatawan asal Amerika Serikat saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu.
Ragam arsitektur kuno rumah-rumah penduduk di kampung ini menjadi perhatian wisatawan.
Sejumlah warga mempersilakan wisatawan untuk masuk ke dalam rumahnya sehingga dapat melampiaskan rasa penasarannya dengan melihat lebih dekat.
Di perkampungan sempit inilah Bapak Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dilahirkan.
Di gang sebelahnya, wisatawan dapat menyaksikan “sumur jobong”. Sarana perairan dari era Kerajaan Majapahit itu terlihat masih lestari.
"Saya rasa kampung ini seolah tidak berubah seperti di masa awal berdirinya dulu, memunculkan kenangan yang sangat tradisional. Belum banyak terjadi perkembangan dan itu menjadi daya tarik tersendiri," ujar Ahsanty, wisatawan asal Prancis, menimpali.
Pengelola Rumah “Loedji Besar” Peneleh Kuncarsono Prasetyo tampak senang salah satu kampung tertua di Kota Surabaya ini akhirnya menjadi jujukan wisatawan mancanegara.
"Beberapa wisatawan yang saya ajak ngobrol mengatakan Kampung Peneleh telah masuk listing backpacker. Jadi kalau ke Surabaya, orang-orang Eropa itu pasti datang ke sini, selain yang rombongan besar pakai kapal pesiar seperti sekarang," ucapnya.
Mantan jurnalis yang akrab disapa Kuncar ini sekitar tujuh tahun lalu membentuk komunitas "Begandring Soerabaia", yang aktif mengenalkan Kampung Peneleh sebagai salah satu destinasi wisata budaya Surabaya.
Menurutnya kemasan wisata Kampung Peneleh cukup dengan menonjolkan aktivitas keseharian warga di tengah lingkungan padat penduduk yang dikelilingi banyak situs bersejarah.
"Model permukiman kampung ala Surabaya seperti ini lebih diminati oleh wisatawan mancanegara. Jadi tidak perlu menampilkan sesuatu lain yang justru menjadi tidak menarik," tutur Kuncar.
Pewarta: Hanif NashrullahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026