Gresik - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, membentuk tim kesehatan khusus bagi pekerja Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di wilayah tersebut guna memberikan layanan secara lebih intens. Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Sugeng Widodo, Senin mengatakan, pembentukan tim kesehatan khusus ini dilatarbelakangi dari banyaknya pekerja yang bergerak dibidang UKM terkadang dengan kesibukannya jarang memeriksakan kesehatannya. "Bahkan, sakit ringan pun mereka kadang enggan ke Puskesmas, dan ini menjadi dasar pembentukan tim kesehatan bagi UKM di Gresik," katanya. Ia berharap, dengan adanya tim kesehatan yang diberi nama Unit Kesehatan Kerja (UKK) ini setidaknya ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gresik untuk pekerja di sektor UKM. "Tim UKK ini akan mendatangi ke tempat komunitas pekerja industri rumahan dan memberikan konseling serta upaya preventif yang lain, seperti pengobatan sejumlah penyakit ringan," katanya. Ia mengatakan, tim ini beranggotakan dokter dan beberapa tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Arief Rahman Hakim, Gresik, serta berkeliling dan memberikan layanan kepada para pekerja non formal yang tersebar dibeberapa tempat di Kecamatan Gresik. Sementara Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengatakan, pembentukan tim ini sebagai terobosan pemkab dibidang kesehatan, dan memberikan keuntungan bagi masyarakat pekerja industri kecil di Gresik yang selama ini terlalu fokus bekerja. Dibidang kesehatan lain, Pemkab Gresik juga mengalokasikan dana alat kesehatan untuk seluruh Puskesmas sebesar Rp25 milyar agar mampu meningkatkan kualitas layanan. "Alokasi dana bagi seluruh Puskesmas di Gresik ini setidaknya mengurangi ketergantungan pasien di Rumah Sakit Umum Ibnu Sina Gresik, agar mampu ditangani sejak awal ditingkat Puskesmas," katanya. Selain itu, dalam waktu dekat pemkab juga akan menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit tipe B di wilayah Gresik Selatan untuk membantu penanganan pasien di RSU Ibnu Sina. "Rencana ini akan dilakukan pada tahun 2013, lokasinya di Kecamatan Driyorejo dengan anggaran sebesar Rp51 milyar," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012