Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A. Hasyim Muzadi, menegaskan bahwa Syiah itu masih tergolong Islam, karena itu perbedaan yang terjadi dengan mereka tidak perlu disikapi menggunakan aksi kekerasan.
"Orang Madura itu selalu ikut kiai, karena itu mereka belum tentu mengerti tentang Syiah atau bukan, jadi perlu disikapi dengan dakwah, bukan kekerasan," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu kepada ANTARA News di Surabaya, Sabtu.
Tokoh NU asal Malang, Jawa Timur (Jatim) itu mengemukakan hal tersebut setelah berbicara dalam seminar pra-Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Kongres Besar (Konbes) NU yang digelar PBNU di Surabaya. Acara itu sekaligus Halalbihalal Pengurus Wilayah (PW) NU Jatim dengan Pengurus Cabang (PC) NU se-Jatim.
Dalam acara yang juga ditandai dengan peluncuran Induk Koperasi "Mabadiku Bintang Sembilan" yang berpusat di PWNU Jatim itu, Hasyim yang mantan Ketua PWNU Jatim menanggapi Kerusuhan Sampang yang oleh sejumlah pihak disebut-sebut dipicu paham Syiah.
"Solusinya, saya berharap para ulama di Sampang kembali kepada pengenalan Syiah melalui dakwah kepada masyarakat, dan berusaha keras menghindari kekerasan. Penggunaan kekerasan juga akan membuat orang tidak memperhatikan persoalan Sampang yang sebenarnya, melainkan mereka akan mengutuk kekerasan yang ada dengan Islam sebagai sasaran," katanya. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012