Surabaya - Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso optimistis pasar perdagangan Indonesia nihil kekurangan beras selama Ramadhan 1433 Hijriah karena stok bahan pokok tersebut dipastikan aman hingga akhir tahun 2012.
"Walau permintaan pasar terhadap beras diprediksi naik baik saat Ramadhan maupun Lebaran 1433 Hijriah, kami jamin persediaan beras cukup di Tanah Air," katanya ditemui usai memimpin rapat, di Surabaya, Rabu.
Keyakinan tersebut, ungkap dia, juga dipengaruhi terjadinya peningkatan produksi beras yang tahun ini naik 4,3 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan, angka produksinya sampai akhir tahun 2012 bisa mencatatkan surplus menjadi 5 juta ton.
"Meski harga beras rata-rata di Indonesia naik 0,47 persen, stoknya kami jamin aman," ujarnya.
Akan tetapi, ia berharap, persediaan beras di Tanah Air dapat mencapai tingkatan paling aman ketika stoknya bisa memenuhi permintaan masyarakat selama enam bulan mendatang.
"Dengan target itu, kami estimasi surplus beras di Indonesia meningkat menjadi 10 juta ton sedangkan saat ini ketersediaannya untuk tiga bulan mendatang sehingga surplus hanya mencapai 5 juta ton," katanya.
Melihat besaran surplus beras tersebut, ia meyakini, permintaan beras di dalam negeri tidak akan dipenuhi oleh beras impor. Apalagi, kebijakan mengimpor beras diberlakukan ketika komoditas bahan pokok itu stoknya kurang di pasar nasional.
"Impor beras hubungannya dengan cukup atau tidaknya stok nasional. Misalnya Maret tahun depan banyak lahan yang kekeringan dan berdampak buruk pada penurunan produksi beras maka kemungkinan untuk impor memang ada," katanya.
"Rapat koordinasi sekarang sekaligus merancang strategi mencapai target pengadaan beras 3 juta ton. Seperti mendorong pemerintah daerah agar penyuluh pertanian menyarankan petani jual hasil panennya ke Bulog, bermitra dengan kelompok tani, pemberian insentif, dan 'on farm' ke petani," katanya.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012