Blitar - Seorang bayi dengan jenis kelamin perempuan ditemukan di sebuha poskamling Kelurahan Pakunden, Kota Blitar diduga dibuang oleh orangtuanya dan saat ini kasus itu masih diselidiki polisi. "Kami masih selidiki kasus ini, termasuk dugaan bayi ini adalah hasil hubungan pernikahan pasangan yang tidak resmi, sehingga sengaja dibuang orangtuanya," kata Wakil Kepala Polsek Sukorejo AKP Suharmani di Blitar, Jumat. Ia mengatakan, sudah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk yang menemukan bayi itu. Namun, sampai saat ini belum diketahui pelaku yang membuang bayi dengan jenis kelamin perempuan dan masih berumur satu hari itu. Bayi malang itu ditemukan oleh pasangan suami istri Asmiratun (42) dan Ma'ruf Riyadi (44) warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pada Jumat pagi. Ma'ruf mengaku awalnya mendengar suara tangis bayi. Ia curiga, sehingga nekat keluar rumah dan mencari sumber suara tersebut. Ia merasa terkejut ketika melihat ada bayi di sebuah poskamling di dekat rumahnya. Bayi itu dibungkus menggunakan kain putih dan dimasukkan ke dalam sebuah kardus dan diletakkan begitu saja di poskamling tersebut. bayi itu kemudian dibawa, dan diketahui jenis kelaminnya adalah perempuan. Sayangnya, tidak ada identitas lebih lanjut dari bayi malang tersebut. Bayi itu akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Haji untuk mendapatkan perawatan. Mereka juga melaporkan hal ini ke polisi, untuk diselidiki orang tua dari bayi malang itu. "Kami tidak mengetahui siapa yang tega membuang bayi itu. Kami sangat kasihan dan menyayangkan mengapa orang tua dari bayi itu tega membuang anaknya," ucap Ma'ruf. Sementara itu, dokter umum di RS Shuhada Haji, Dokter Hasyim mengatakan kondisi bayi perempuan itu sudah lebih baik saat ini. Awalnya, bayi itu mengalami "hipotermia" atau kedinginan. Suhu tubuh bayi di bawah 36,5 derajat Celsius, sehingga harus memerlukan perawatan. Bayi itu kemungkinan sudah cukup lama di luar, sehingga mengalami kedinginan. "Bayi itu sempat mengalami hipotermia. Kemungkinan bayi itu sudah di luar sekitar 5-6 jam, sebelum akhirnya ditemukan," paparnya. Ia mengatakan, bayi itu memang baru dilahirkan dan baru dipotong tali pusarnya. Usianya masih satu hari. Untuk memulihkan kesehatan bayi dengan berat badan 3 kilogram dan panjang 49 centimeter tersebut, saat ini bayi itu ditaruh di ruang khusus dan diberikan selimut berlapis dan diberikan susu formula. Untuk adopsi, pihaknya belum bisa memberikan kepastian. Namun, sebelumnya akan ditangani polisi. Jika tidak diketahui orang tua dari bayi itu, sementara ada yang berniat untuk mengadopsinya, pihak rumah sakit tentunya tidak keberatan.

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012