IRAN MUNGKIN HENTIKAN IMPOR DARI KORSEL KARENA SEOUL EMBARGO MINYAK Seoul (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Iran mungkin menghentikan semua impor dari Korea Selatan sebagai protes terhadap embargo Seoul atas impor minyak dari Teheran, kata media lokal pada Rabu. Kantor Berita Yonhap, mengutip Duta Besar Iran Ahmad Masumifar dalam wawancara, menyatakan negara Teluk Persia itu "dapat memutuskan sepenuhnya menghentikan impor barang Korea" jika Korea Selatan memberlakukan larangan impor minyak Iran. Utusan penting Iran mengatakan, bahwa tindakan Seoul menjadi "hambatan serius" bagi ekspor perusahaan Korea Selatan ke Iran. Komentar itu muncul setelah Korea Selatan akan dipaksa untuk menghentikan impor minyak dari Iran mulai 1 Juli ketika Uni Eropa (UE) akan melarang asuransi atas pengiriman minyak Iran. Dewan urusan Luar Negeri Uni Eropa Senin memutuskan untuk melarang semua jenis asuransi pengiriman minyak Iran dari 1 Juli. Karena perusahaan pelayaran lokal tidak dapat membawa minyak mentah tanpa asuransi dari Eropa, Korea Selatan akan dipaksa untuk melarang impor minyak Iran, kata Departemen Strategi dan Keuangan negara itu. Asuransi Eropa kini mencakup semua perlindungan dan jaminan ganti rugi pada pengiriman minyak Iran ke Korea Selatan, kata kementerian tersebut. Kementerian menambahkan bahwa ketergantungan pada asuransi Eropa untuk meliputi kargo dan kapal berkisar antara 70 sampai 90 persen. Mengenai hal ini, dubes Iran mengatakan bahwa importir Korea Selatan dapat meminta pemerintah untuk asuransi atas pengiriman minyak Iran. Dalam hal ini mengutip kasus Jepang yang baru saja mensahkan RUU untuk memastikan kapal-kapal tanker Jepang seharga hingga 7,6 miliar dolar AS. Korea Selatan mengimpor 87.180.000 barel minyak dari Iran pada 2011, naik 20,1 persen dari tahun sebelumnya. Impor minyak tahun lalu dari Iran menyumbang 9,4 persen dari total kebutuhan Korea Selatan. Ekspor kekuatan ekonomi keempat Asia ke negara Teluk Persia itu terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir - menjadi 6.07 miliar dolar AS pada 2011, 4,6 miliar dolar pada tahun 2010 dan 3,99 milyar dolar pada tahun 2009.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012