Tulungagung - Proses pelayanan data kependudukan melalui program KTP elektronik atau e-KTP di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur saat ini telah mencapai 75 persen. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tulungagung, Eko Sugiono di Tulungagung, Jumat mengatakan, sejak pertama diluncurkan pada 1 April 2012, jumlah penduduk yang mengurus e-KTP di kantor-kantor kecamatan telah mencapai sekitar 705 ribu orang. "Kalau dihitung berdasar jumlah wajib KTP di Tulungagung yang mencapai 940-an ribu orang, maka pencapaian pelaksanaan program ini boleh dibilang cukup sukses," dalihnya. Pelaksanaan program e-KTP secara gratis di Kabupaten Tulungagung sesuai rencana akan berakhir pada pertengahan bulan Juni ini. Pemerintah daerah maupun melalui Dinas Dukcapil Tulungagung sejauh ini belum mengkonfirmasi adanya perpanjangan waktu masa pelaksanaan program nasional tersebut. Namun, Eko dalam kesempatan wawancara dengan wartawan mengatakan pihaknya tetap optimistis pelaksanaan program e-KTP tetap bisa berjalan sesuai target. Kalaupun saat ini masih ada sekitar 235 ribuan penduduk yang belum terlayani, Eko berjanji untuk menuntaskannya dengan mengoptimalkan peran mobil layanan e-KTP yang saat ini telah siaga di kantor Dinas Dukcapil. "Kami telah menyiapkan satu unit mobil rekam data e-KTP untuk melayani tidak hanya mereka yang lansia, melainkan juga mereka yang sakit," terang Kabid Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Tulungagung, Nina Hartiani. Disinggung soal hambatan dan kendala kerusakan mesin yang sempat muncul di awal hingga pertengahan Mei lalu, Nina menegaskan kejadian serupa tidak akan terulang pada bulan Juni ini. "Kalaupun terjadi kerusakan, kami berjanji untuk mengantisipasinya sedini mungkin, sehingga target selesai pada 15 Juni tidak terganggu," janjinya. Meski sempat muncul kendala, Komisi C DPRD Tulungagung secara umum mengapresiasi postif pencapaian pelaksanaan program e-KTP di daerahnya. Komisi C juga mendukung pemanfaatan secara maksimal mobil layanan e-KTP, dengan mengupayakan penambahan anggaran operasional hingga selesainya pelaksanaan program nasional tersebut. "Tambahan tersebut akan kita bahas dalam pembahasan penambahan anggaran kembali bulan depan, kemungkinan sebesar Rp400 juta," kata Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Agung Setiawa.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012