Surabaya - Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (Foksi) Jawa Timur menyatakan sapi bali jenis baru dari hasil perkawinan sapi bali (bos javanicus f domestica) dan banteng Jawa (bos javanicus) yang lahir di Taman Safari II Prigen Jatim, Kamis, perlu dikembangkan. Manager Program Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (Foksi) Jatim Indra Harsaputra mengatakan hasil perkawinan antara sapi bali dan banteng jawa ini mampu menghasilkan anakan sapi Bali dengan tingkat performa yang berbeda dengan sapi bali pada umumnya. "Kebanyakan sapi bali saat ini telah mengalami penurunan kualitas akibat perkawinan sedarah (inbreeding) antara sapi bali dengan sapi bali yang berlangsung puluhan tahun. Penurunan kualitas inilah yang menjadi masalah kurang produktifnya sapi bali untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia," katanya. Menjurut dia, secara genetika sapi bali memang merupakan keturunan dari banteng jawa. Dalam perkembangannya ukuran dan bobot sapi bali terus menurun karena inbreeding. "Sapi hasil perkawinan ini akan mampu menghasilkan berat 450 kilogram per ekor atau lebih tinggi dari berat sapi bali yang hanya 300 kilogram per ekor, " katanya. Indra mengatakan selain menghasilkan kualitas sapi baru, perkawinan sapi bali dengan banteng jawa itu juga akan menghasilkan sapi yang kebal dengan virus Jembrana yang selama ini menjadi masalah pengiriman sapi dari Bali ke tempat lain karena penularan virus itu. "Sapi baru ini masih membawa ciri khas sapi bali yang memiliki angka reproduksinya yang tinggi dan tingkat adapatasi yang sangat baik terhadap kondisi pakan yang jelek. Bahkan toleran terhadap lingkungan yang panas. Sedangkan kelemahannya yang rentan penyakit ditutupi oleh bakat dari banteng Jawa yang kuat terhadap jenis virus tertentu, " katanya. Diketahui anakan sapi bali dan banteng jawa berjenis kelamin jantan itu lahir dengan berat 21 kilogram pada Kamis (5/4) pukul 10.15 WIB di Taman Safari Indonesia II Prigen Jawa Timur. Sementara itu, General Manager Taman Safari Indonesia II Prigen, Tommy Sands Wungkar mengatakan anakan Sapi jenis baru itu lahir dari salah satu dari 10 sapi bali yang dikawinkan dengan satu ekor banteng jawa asal Taman Nasional Hutan Baluran, Banyuwangi itu lahir secara normal dan dalam kondisi sehat dengan bantuan tim dokter hewan asal Taman Safari Indonesia II Prigen (TSI). "Tim dokter TSI II Prigen terpaksa membantu proses kelahiran karena bobot anakan cukup besar dibandingkan anakan sapi bali pada umumnya yang mencapai 12 kilogram, " katanya. Tommy mengatakan anakan sapi bali dengan banteng jawa yang baru lahir ini saat ini sedang dalam perawatan intensif di TSI II Prigen, Pasuruan. Pihak TSI saat ini juga masih menunggu kelahiran empat sapi bali lainnya yang saat ini juga bunting. Menurut rencana, satu ekor sapi bali lainnya akan melahirkan lagi pada Juni mendatang. "Kami berharap kelahiran anakan sapi bali dan banteng jawa ini bisa menjadi awal dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas sapi bali hingga meningkatkan produktifitas daging sapi untuk memenuhi kebutuhan daging dan mengurangi ketergantungan akan kebutuhan impor daging sapi, " katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012