Kediri - Petugas Kepolisian Sektor Pare, Kabupaten Kediri, memeriksa pemilik warung yang menjual minuman keras setelah tewasnya tiga warga setelah minum di tempat itu. Kepala Polsek Pare AKP Agus Garbo, Rabu mengemukakan pemilik warung yang diperiksa itu bernama Mohamad Muis (51), warga Desa Pelem, Kecamatan Pare. "Ia diperiksa terkait dengan kepemilikan minuman itu, termasuk darimana ia mendapatkan barang-barang tersebut," katanya dikonfirmasi perkembangan penyelidikan kasus tewasnya warga di daerah itu setelah mengonsumsi minuman keras. Ia juga mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan di warung milik Muis, untuk mencari minuman keras, khususnya jenis "baceman" yang diduga kuat membuat korban meninggal dunia. Namun, di warung itu tidak ditemukan minuman jenis baceman itu dan hanya ada minuman jenis Nez Port, Kilin, dan Anggur Cap Orang Tua. Namun, petugas tidak begitu saja percaya keterangan dari pemilik warung, dan tetap melakukan penggeledehan di seluruh rumahnya. Ia juga mengaku, belum bisa menjerat dengan pasal lain selain Tindak Pidana Ringan, walaupun ada korban yang meninggal dunia. Sebab, sampai saat ini belum ada keluarga korban yang melaporkan tidak terima tentang kematian anggota keluarga mereka. "Sampai saat ini yang dikenakan masih pasal Tindak Pidana Ringan ada laporan keberatan dari keluarga. Kami masih menunggu," katanya. Sementara itu, beberapa keluarga korban yang ditemui di rumahnya enggan untuk dimintai konfirmasi. Mereka hanya mengatakan sebelum ada kejadian tersebut, Muis memang sempat menghubungi dan mengajak mabuk. "Memang sudah lama kebiasaan mabuk seperti itu," kata keluarga Ponijan seraya enggan disebut namanya. Tiga warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah pesta minuman keras. Mereka adalah Ponijan alias Gembes (40), Sukiran alias Piyut (47), dan Sukidi (40). Selain tiga warga yang tewas tersebut, dua warga juga terpaksa menjalani perawatan karena "overdosis" minuman keras. Korban yang selamat itu bernama Subur (40) warga Desa Tawang, Kecamatan Pare yang sempat dinyatakan hilang, dan kedua adalah Tri Handoko (50) warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, dan saat ini masih dalam perawatan tim medis di ruang Paviliun RSUD Pare. Sejumlah warga ini sebelumnya memang diketahui menggelar pesta minuman keras di warung milik Muis pada Sabtu (29/01) malam. Sesaat setelah pesta itu, Ponijan diketahui sekarat dan dibawa ke RS HVA Tulungrejo Pare. Namun dua jam kemudian nyawanya ternyata tidak bisa diselamatkan. Korban menyusul kemudian adalah Sukardi Sukiran dan Sukidi. Humas RSUD Pelem, Pare, Ahmad Raziq mengatakan kondisi korban saat ini sudah lebih baik daripada sebelumnya. Kesehatan mereka sudah berkembang, namun masih lemah. "Mereka masih memerlukan perawatan," kata Raziq. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012