Jember - Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Independen (Sekti) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar demo solidaritas untuk kasus kekerasan yang terjadi di Mesuji dan Bima di bundaran DPRD setempat, Kamis. "Kami prihatin maraknya kekerasan dalam penyelesaian kasus tanah dan pertambangan di sejumlah daerah, padahal rakyat hanya ingin mendapatkan haknya," kata perwakilan Sekti Jember, Agus Mulyono. Menurut dia, kasus sengketa tanah di Kabupaten Jember terbanyak di Jawa Timur dan penyelesaian kasus tersebut tidak boleh menggunakan kekerasan. "Stop kekerasan dalam penyelesaian kasus tanah milik rakyat dan pemerintah harus mengembalikan tanah milik rakyat dengan menjalankan Undang-Undang Pokok Agraria Tahun 1960," paparnya. Selain menggelar demo solidaritas Mesuji dan Bima, kata dia, Sekti juga mendesak pemerintah dan DPRD Jember menyelesaikan sejumlah kasus sengketa tanah di Jember yang masih belum tuntas karena hal tersebut merugikan petani. "Banyak konflik tanah di Jember antara lain kasus Ketajek, Mandigu, Curahnongko, Curahtakir, Nogosari, Sukorejo, Pancakarya Ajung, dan masih banyak lagi yang belum tuntas 100 persen," katanya menjelaskan. Ia berharap penyelesaian kasus tanah di Jember tidak melibatkan aparat kepolisian dan TNI karena hal tersebut dapat memicu tindakan kekerasan yang terjadi di Mesuji dan Bima. Perwakilan Sekti Jember akhirnya ditemui Komisi A DPRD Jember yang membidangi masalah pemerintahan dan persoalan tanah di ruangan Komisi A. "Sejumlah kasus tanah di Jember sudah tuntas seperti tanah Ketajek, Nogosari, dan Mandigu karena sudah ada kesepakatan antara warga dengan sejumlah pihak. Bagi Komisi A, kasus itu sudah tuntas," kata Ketua Komisi A DPRD Jember, M. Jufriadi. Menurut dia, DPRD mendukung penuh terhadap perjuangan rakyat untuk mendapatkan tanah sesuai dengan haknya asalkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Puluhan anggota Sekti yang berada di luar gedung DPRD tetap berorasi, meski hujan deras mengguyur kawasan setempat dan aparat kepolisian sebanyak 434 personel tetap bersiaga untuk mengamankan demo tersebut di bawah guyuran hujan deras.(*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012