Penjabat (Pj) Bupati Lumajang Indah Wahyuni melakukan pendataan skala prioritas dalam melakukan perbaikan infrastruktur setelah bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru yang menyebabkan sejumlah jembatan putus dan ambrol.

"Pemerintah daerah (pemda) bersama Satgas Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi tengah mengambil langkah-langkah penting dalam menangani kerusakan infrastruktur yang terjadi," katanya di Lumajang usai meninjau lokasi rusaknya jembatan Kloposawit di Kecamatan Candipuro, Jumat.

Menurutnya, proses pemulihan akan dimulai dengan pendataan kerusakan infrastruktur, kemudian setelah proses evakuasi, maka pihaknya akan melakukan pendataan kerusakan infrastruktur.

"Selanjutnya kami akan menentukan prioritas perbaikan sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan karena banyak infrastruktur yang rusak diterjang banjir lahar dingin Semeru," tuturnya.

Ia menjelaskan bencana banjir lahar dingin Semeru dan tanah longsor telah menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur di berbagai lokasi di Kabupaten Lumajang.

"Oleh karena itu pendataan yang teliti dan sistematis menjadi kunci dalam memulihkan kondisi infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor," katanya.

Pj Bupati Lumajang yang akrab disapa Yuyun mengatakan bahwa Pemkab  Lumajang juga memastikan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab, dengan melibatkan berbagai pihak terkait serta mengutamakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

"Dengan langkah-langkah itu diharapkan pemulihan infrastruktur pasca-bencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga kehidupan masyarakat Lumajang dapat segera kembali normal dan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Beberapa jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru yakni Jembatan Limpas Gondoruso, Jembatan Mujur II (Desa Kloposawit), Jembatan Sarikemuning - Jambekumbu, Jembatan Gantung Kaliregoyo, Jembatan Durek Hamzah.

Kemudian Jembatan Kali Slompret, Jembatan Desa Jurang Mangu, Jembatan Limpas Kali Putih, Jembatan Sumber (Barat), dan Jembatan Kali Mujur Gesang.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024