Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur menyiapkan tim pendamping untuk membina pengelolaan koperasi modern di wilayah itu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian dan memajukan pengelolaan koperasi berbasis digital di wilayah itu.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (UKM-Naker) Pemkab Pamekasan Muttaqin menjelaskan, hal itu dilakukan, karena pihaknya ingin koperasi berkembang dengan pesat, maju dalam bidang pengelolaan usaha dan bisa diterima oleh semua kalangan.

"Ada tiga orang tim pendamping yang kami tunjuk secara khusus untuk memberikan pendampingan dalam mengelola koperasi modern di Pamekasan ini," katanya di Pamekasan, Jawa Timur, Jumat.

Ia menjelaskan, pendamping yang berjumlah tiga orang tersebut, rutin terjun ke lapangan, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para pengurus koperasi di Pamekasan.

"Saat ini, sambung dia, sudah ada 15 koperasi di Kabupaten Pamekasan yang telah menerapkan manajemen pengelolaan koperasi dan pola usaha modern," katanya.

Ke 15 koperasi itu masing-masing Koperasi Nur, Koim Mawaddah, KSPPS BMT Al Iktisab Kebun Baru Jatim, KSPPS BMT Al Mahbub Taman Sari, KSPPS BMT Arraudlah Ombul Sari, Koperasi Konsumen Bagus, KPRI Sehat, KPRI Karya Husada, KPRI Pengayoman, dan Koperasi Pondok Pesantren Auba.

Selanjutnya KSPPS Sibisa Al Khairat, Koppontren Al Madani, KUD Karya Bakti, KPRI Bhakti dan Primkopad Kartika Abadi.

Kadis UKM-Naker Pemkab Pamekasan Muttaqin lebih lanjut menjelaskan, koperasi modern merupakan koperasi yang menjalankan kegiatan dan usahanya dengan cara-cara baru dan manajemen tata kelola koperasi yang baik (good coorporative governance), memiliki daya saing unggul dan adaptif terhadap perubahan.

Pemerintah pusat melalui Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi telah memberikan petunjuk teknis tentang modernisasi koperasi dalam beberapa tahap, yaitu fase permodelan yang digelar pada 2021, fase replikasi pada 2022, fase masifikasi pada 2023, dan pemantapan serta pengembangan lanjutan pada 2024.

Ciri koperasi modern adalah koperasi yang sudah menjalankan kegiatannya berbasis teknologi informasi, orientasi usahanya berbasis model bisnis, misalnya dengan pendekatan hulu-hilir, kemitraan terbuka dengan para pihak (inclusive closed loop), serta sudah menerapkan standar akuntansi yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan koperasi dengan memanfaatkan teknologi sudah mulai banyak dilakukan oleh berbagai koperasi.

"Karena itu, Pemkab Pamekasan berkepentingan untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar usaha koperasi di Pamekasan terus berkembangkan dan mendatangkan manfaat sebesar-besarnya untuk pengembangan ekonomi masyarakat di kabupaten ini," katanya.
 

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024