Sumenep - Para pendemo dari Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang menggelar aksi di depan kantor DPRD setempat, Senin, melempar telur dan air minum dalam kemasan sebagai bentuk kekecewaan kepada anggota DPRD.
"Kami kecewa kepada anggota DPRD Sumenep yang ternyata lebih mengedepankan jalan-jalan ke luar kota untuk studi banding, dibanding menerima kami untuk membahas persoalan rakyat," kata salah seorang pendemo, Sarkawi.
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya melayangkan surat permohonan untuk bertemu anggota DPRD dalam forum rapat dengar pendapat guna membahas sejumlah persoalan, di antaranya kasus dugaan raibnya sekitar 500 ton beras bagi warga miskin (raskin) di wilayah kepulauan.
"Hingga Senin ini, kami belum menerima jawaban dari DPRD atas permohonan kami, dan ternyata anggota DPRD Sumenep pada pekan lalu malah studi banding ke Bali. Ini ada apa," ujarnya.
Sarkawi juga mengemukakan, pihaknya sengaja membawa telur dalam aksinya pada Senin ini untuk dilempar ke halaman Kantor DPRD Sumenep sebagai simbol kekecewaan atas kinerja anggota DPRD.
"Anggota DPRD Sumenep seharusnya lebih peka untuk menuntaskan persoalan yang menyangkut kebutuhan riil rakyat, seperti kasus dugaan raibnya 500 ton raskin," katanya, mengungkapkan.
Sebelum diperkenankan masuk ke Kantor DPRD Sumenep, para pendemo berorasi di depan pagar besi sisi selatan yang merupakan jalan masuk ke kantor DPRD dan sebagian di antaranya terlihat emosi dan menaiki pagar besi.
Setelah melalui negosiasi, sebanyak lima orang sebagai perwakilan dari pendemo diperkenankan masuk ke kantor DPRD Sumenep dan selanjutnya ditemui anggota Komisi A DPRD di ruangan kerjanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011