Sekretaris Tim Penilai Usaha Perkebunan Kabupaten Probolinggo Evi Rosellawati mengatakan kebun teh afdeling Lawang Kedaton bisa dikembangkan menjadi objek wisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Ke depannya kawasan kebun teh itu bisa dikembangkan menjadi wisata yang lebih menjanjikan dengan penambahan fasilitas dan ditunjang dengan infrastruktur akses jalan yang bagus menuju kebun teh," katanya di Probolinggo, Sabtu.

Menurut dia, kebun Gunung Gambir Afdeling Lawang Kedaton memiliki luas 308 hektare meliputi emplasemen, pembibitan, ruang panen, perumahan, tempat olahraga, areal kebun teh seluas 87,87 hektare dan lain-lain.

"Kebun teh seluas 87,87 hektare dengan tanaman termuda ditanam tahun 2020 dan tertua ditanam tahun 1928," tuturnya.

Ia mengatakan umur produktif 75 tahun sampai dengan 100 tahun ditunjang dengan pemeliharaan yang bagus. Populasi teh umur 3 tahun sebanyak 11.160 batang dan umur 53 tahun sampai 96 tahun sebanyak 3.000 batang, serta bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 40 sampai 50 orang di kebun setempat.

"Penilaian usaha perkebunan itu bertujuan untuk mengukur kinerja dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku karena menjadi salah satu upaya pembinaan unit usaha perkebunan menuju kegiatan usaha yang berkelanjutan," katanya.

Untuk tahap operasional dilaksanakan penilaian setiap 3 tahun sekali karena terdapat 8 sub sistem yang dinilai yaitu legalitas, manajemen, kebun, pengolahan hasil, sosial, ekonomi wilayah, lingkungan dan pelaporan.

Evi berharap penilaian perkebunan selalu melibatkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo karena koordinasi antara perusahaan/kebun dan pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten harus ditingkatkan agar tidak terjadi konflik dengan masyarakat sekitar.

Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) dan Tim Penilai Usaha Perkebunan Kabupaten Probolinggo melakukan penilaian usaha perkebunan di Kebun Gunung Gambir Afdeling Lawang Kedaton, manajemen PTPN Nusantara I Regional 5 Desa Andungbiru Kecamatan Tiris beberapa waktu lalu.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024