Surabaya - Badan Pengembangan Wilayah Suramadu melakukan pemetaan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah di Surabaya sampai Madura karena kesiapan sumber daya manusia UMKM di sana sangat kompeten dikembangkan. "Secara SDM memang sudah layak tetapi yang menjadi kendala saat ini dari sisi sarana prasarana untuk mengembangkan usaha mereka," kata Sekretaris Badan Pelaksana BPWS, Khalawi, ditemui dalam Sosialisasi Bidang UMKM oleh BPWS, di Surabaya, Selasa. Menurut dia, dalam kegiatan kedelapan yang diadakannya tersebut lebih fokus terhadap upaya mempercepat pengembangan wilayah khususnya dari sisi ekonomi dan pariwisata. "Kami ingin memantau seberapa banyak UMKM yang ada di Surabaya dan Madura termasuk sektor UMKM apa yang sudah berkembang saat ini," ujarnya. Selain itu, ungkap dia, keberadaan UMKM di Madura masih memerlukan dukungan anggaran dan pembinaan lebih profesional. Untuk itu, upaya pemetaannya perlu mendapatkan dukungan dari sejumlah dinas yang ada di masing-masing kabupaten di Pulau Madura. "Apa yang kami bangun dan kembangkan harus didukung oleh masyarakat. Hal tersebut agar masyarakat tidak lagi menjadi penonton melainkan sebagai pelaku bisnis," katanya. Apalagi, ia menilai, selama ini UMKM adalah urat nadi perekonomian nasional. Salah satunya saat krisis ekonomi pada tahun 1998 ketika UMKM jadi penguat ekonomi Indonesia. "Sementara itu, terkait UMKM andalan di Madura antara lain budidaya mangrove di pantai Utara Madura, batik sedangkan di Surabaya banyak berkembang UMKM yang menjual produk enceng gondok," katanya. Untuk UMKM yang memasarkan produk dari bahan baku mangrove, tambah dia, memang sengaja lebih dikembangkan supaya sejumlah nelayan yang selama ini mencari nafkah di laut. "Nelayan perlu melakukan pengembangan wilayah kerjanya. Jadi tidak harus melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan seperti adanya perubahan iklim," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011