Kader sekaligus Tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama Lia Istifhama menegaskan bahwa Muslimat Jawa Timur komitmen tegak lurus kepada Ketua Umum Khofifah Indar Parawansa.

"Kami melihat ada video ibu-ibu berbaju Muslimat usai menghadiri Harlah di Gelora Bung Karno Jakarta yang menjadi perbincangan dan tidak mengikuti arahan Bunda Khofifah," ujarnya dalam siaran pers diterima di Surabaya.

Menurut Ning Lia, sapaan akrabnya, maksud dan motif video tersebut dipertanyakan karena perjalanan darat menuju lokasi harlah bersama para kader Muslimat berlangsung ceria, bahkan tidak sedikit yang mensyukuri karena bisa hadir langsung sekaligus bertemu dengan kiai-kiai NU.

"Termasuk ketika sampai di GBK, jalan kaki itu matahari terik. Tapi mereka tidak ada yang lelah. Makanya saya haqqul yaqin bahwa Muslimat NU se-Indonesia Raya, bahkan internasional tetap tegak lurus terhadap Bunda Khofifah," ucapnya.

Putri kandung tokoh NU KH Masykur Hasyim itu juga menyampaikan terdapat dua hal pokok alasan kaum Muslimat NU hadir di acara harlah di GBK, yaitu semangat orasi Khofifah yang begitu dikagumi serta kehadiran Presiden Jokowi beserta ketua dan tokoh-tokoh PBNU lainnya.

Sementara itu, saat Harlah Ke-78 Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa suara NU adalah suara Muslimat.

"Doa Ibu adalah keramat, menembus langit luar biasa. Suara NU suara Muslimat, jaga persatuan nusa dan bangsa," kata Khofifah yang juga Gubernur Jatim tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa GBK menjadi saksi bahwa NU menyejukkan hati yang disampaikannya melalui pantun.

"Warna hijau nampak serasi, para ulama terus terpatri. Gelora Bung Karno menjadi saksi, kekuatan NU sejukkan hati," tutur Khofifah.

Dalam kesempatan sama, mantan Menteri Sosial tersebut mengharapkan seluruh anggota Muslimat NU untuk terus berjuang demi agama serta bangsa secara tulus ikhlas.

Pewarta: Hanif Nasrullah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024