Calon mahasiswa baru yang telah lolos jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) di Universitas Brawijaya (UB) tidak bisa mendaftar pada jalur seleksi nasional berbasis tes (SNBT) maupun mandiri di kampus tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Imam Santoso dalam rilis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Rabu, mengemukakan seleksi mahasiswa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2024 bersifat akuntabel dan adil agar calon mahasiswa lebih bertanggung jawab dalam memilih program studi.

"Sistematika pelaksanaan seleksi mahasiswa (Selma) PTN 2024 berbeda. Peserta SNBP yang telah lolos seleksi tidak bisa lagi mendaftar pada jalur SNBT maupun jalur mandiri UB. Setiap calon mahasiswa yang dinyatakan lulus SNBP tahun 2024, SNBP 2023, dan SNMPTN 2022, tahun depan sudah tidak bisa lagi mendaftar di SNBT,” katanya.

Dia menjelaskan aturan ini membuat pilihan calon mahasiswa akan dikunci di seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Asumsinya, ketika dia sudah menentukan pilihan di SNBP dan sudah lolos, akan ada konsekuensi yang harus diambil.

“Jadi, tidak bisa SNBP dijadikan ajang coba-coba. Ketika sudah diterima, lalu tidak sesuai dengan prodinya akhirnya tidak diambil, akan berpengaruh pada penerimaan SNBT dan juga jalur mandiri,” katanya.

Prof Imam menambahkan khusus untuk peserta yang lolos SNBP 2024 dan mengundurkan diri, tidak bisa lagi mendaftar pada seleksi mandiri UB di tahun tersebut.

Baca juga: Pengamat UB soroti gaya komunikasi politik masing-masing capres

“Persentase jumlah mahasiswa baru yang sudah terverifikasi (daftar ulang) dari jalur SNBP sangat tinggi, yakni 97 persen, sedangkan tiga persen lainnya mengundurkan diri. Kesempatan ini jangan disia-siakan, karena ada hak peserta lain yang seharusnya diterima di SNBP,” katanya.

Oleh karena itu, pada saat mendaftar SNBP guru bimbingan konseling (BK) mempunyai peran yang sangat penting dalam mengarahkan antara kemampuan, minat, dan kompetitif. “Semuanya harus diukur meskipun tidak pas pas banget, ya harus diterima,” katanya.

Selain ada sejumlah perubahan, terdapat perbedaan untuk ketentuan pemilihan program studi pada Jalur SNBT Tahun 2024. Peserta Jalur SNBT diperbolehkan memilih maksimal 4 (empat) program studi yang terdiri atas dua pilihan Program Akademik (Sarjana) dan dua pilihan Program Vokasi (D3 dan D4/Sarjana Terapan) dengan ketentuan.

Pertama, peserta yang memilih satu pilihan program studi bebas memilih program studi apapun. Contohnya, satu Diploma Tiga atau satu Diploma Empat/Sarjana Terapan, atau satu Sarjana.

Kedua, peserta yang memilih dua pilihan program studi bebas memilih di program apapun. Contohnya, dua Diploma Tiga, atau dua Diploma Empat/Sarjana Terapan, atau 2 Sarjana, atau 1 Diploma Tiga dan 1 Diploma Empat/Sarjana Terapan, atau satu Diploma Tiga dan 1 Sarjana, atau 1 Diploma Empat/Sarjana Terapan dan 1 Sarjana.

Ketiga, peserta yang memilih tiga pilihan program studi memilih dua program akademik dan 1 program vokasi atau 1 program akademik dan 2 program vokasi. Contohnya, 2 Diploma Tiga dan 1 Sarjana, atau 2 Diploma Empat/Sarjana Terapan dan 1 Sarjana, atau 1 Diploma Tiga dan 1 Diploma Empat/Sarjana Terapan dan 1 Sarjana, atau 2 Sarjana dan 1 Diploma Tiga, atau 2 Sarjana dan 1 Diploma Empat/Sarjana Terapan.

Keempat, peserta yang memilih 4 pilihan program studi akan memilih dua program akademik dan dua program vokasi, minimal ada 1 program diploma tiga. Contohnya, 2 Sarjana, 1 Diploma Tiga dan 1 Diploma Empat/Sarjana Terapan, atau 2 Sarjana dan 2 Diploma Tiga

Informasi resmi tentang SNPMB 2024 dapat dilihat pada laman http://www.snpmb.bppp.kemdikbud.go.id, layanan Call Center pada nomor 0804 1 450 450 dan Help Desk melalui https://halo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Akun media sosial SNPMB dapat dilihat pada IG: @_snpmbbppp, Twiter/X: @snpmb_bppp, Tiktok: @snpmb_bppp, atau Facebook dan Youtube: SNPMB BPPP

Pewarta: Endang Sukarelawati

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023