Legislator mengusulkan kearifan lokal berupa tradisi sedekah bumi yang rutin digelar setiap tahun di sejumlah kelurahan masuk agenda wisata khas Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Harus ada dukungan penuh dari pemerintah kota agar sedekah bumi bisa dimasukkan wisata khas Surabaya. Jika perlu semua biaya ditanggung pemerintah kota," kata anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael saat menghadiri sedekah bumi di RW 04 Kelurahan/Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Minggu.

Menurutnya, acara yang digelar rutin setiap tahun ini merupakan tradisi yang dilakukan dan diwariskan secara turun temurun.

Baca juga: Komisi D: RS Surabaya Timur urai antrean panjang pasien

Arak-arakan ancak dan kesenian tradisional yang digelar oleh 12 RT di wilayah RW 04 Sambikerep ikut meramaikan acara sedekah bumi tahun ini.

Setiap RT menampilkan kreasi ancak yang beraneka ragam, antara lain berbentuk kereta kencana dengan tema Mahabarata, ada juga yang berbentuk naga, burung hantu, bahkan pesawat tempur. Kreativitas warga benar-benar diperagakan dalam acara ini.

"Warga begitu antusias dalam menyambut acara tersebut," katanya.

Menurutnya, cukup menarik dan unik jika kota besar dan metropolitan seperti Surabaya masih ada kegiatan yang juga warisan budaya.

"Unik, sehingga harus mendapat perhatian, kalau perlu dipromosikan sebagai wisata budaya di Surabaya, baik untuk turis domestik maupun mancanegara," kata politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Josiah mengungkapkan kegembiraanya atas pelaksanaan tradisi ini karena banyak anak muda yang terlibat.

Ia mengatakan sebagai ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Surabaya, saat ini pihaknya sedang mengerjakan Raperda Pariwisata, dimana kegiatan adat dan budaya seperti sedekah bumi ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

Ketua RW 04 Kelurahan Sambikerep Wito mengatakan warga selalu totalitas dalam menyambut acara sedekah bumi ini, karena selain warisan budaya, juga merupakan wujud syukur warga RW 04 Kelurahan Sambikerep terhadap sang Pencipta.

Apalagi, lanjut dia, kegiatan dilaksanakan setelah berakhirnya pandemi, sehingga bisa lebih meriah.

"Kami berharap Pemkot Surabaya bisa memperhatikan acara-acara seperti ini" kata Wito.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan sedekah bumi memiliki arti penting, selain menjaga kearifan lokal, juga sebagai ajang silaturahim antarwarga untuk menguatkan nilai gotong royong sebagai ciri khas warga Kota Pahlawan.

"Sebetulnya sedekah bumi ini adalah untuk mengingat dan menghargai perjuangan leluhur yang dulu babat alas. Jadi, jangan melupakan sejarah, teruskan cita-cita serta perjuangannya, karena leluhur ingin Surabaya guyub rukun," kata Eri.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023