Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra mengunjungi rumah duka seorang pendekar dari perguruan silat yang menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kapolres Kediri Kota hadir di rumah duka, almarhum Andan Wisnu Pradana di Desa Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Ia adalah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Kediri. Kapolres mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Andan. Polres Kediri Kota juga serius mengusut kasus ini sehingga secepatnya terungkap.

"Mudah-mudahan tersangka cepat tertangkap. Kami mohon doa dan dukungannya untuk segera mengungkap kasus ini," katanya di Kediri, Minggu.

Pihaknya juga menegaskan untuk biaya perawatan di rumah sakit, keluarga tidak perlu khawatir dan dibantu oleh polisi.

"Untuk biaya pengobatan di rumah sakit akan menjadi tanggungan kami. Terkait peristiwa yang terjadi menjadi atensi kami. Apabila ada informasi sekecil apapun agar segera disampaikan kepada kami," kata dia.

Pihaknya juga terus berupaya melakukan serangkaian penyelidikan dalam perkara ini. Saat ini sudah enam saksi yang dimintai keterangan terkait dengan kejadian itu.

Sementara itu, Subandi orang tua korban, berterima kasih atas kunjungan Kapolres Kediri Kota. Keluarga juga berharap kasus tersebut bisa segera terungkap dan pelaku secepatnya ditangkap.

"Kami mohon peristiwa ini segera ada pengungkapan kasus," kata dia.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Agung Sediana juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penyelidikan perkara ini ke polisi.

Ia mengimbau agar semua pihak mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu proses penyelidikan.

"Kami bersama Kapolres Kediri Kota berupaya bersama-sama dan jangan sampai ada gerakan gerakan seperti aksi solidaritas yang dapat mengganggu proses penyelidikan," kata Agung.

Polres Kediri Kota mengusut kasus penganiayaan terhadap seorang pendekar dari sebuah perguruan silat di kota tersebut hingga korban meninggal dunia.

Penganiayaan itu terjadi pada Rabu (4/10) di Jalan Inspeksi Brantas, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Kejadian itu berawal dari korban yang datang bersama dua temannya ke Jembatan Brawijaya, Kota Kediri.

Saat itu, diduga terjadi gesekan antara kelompok korban dengan kelompok lainnya. Gesekan berawal dari tatapan mata yang berujung saling ejek hingga penganiayaan.

Korban Andan Wisnu Pradana sempat mengalami koma selama dua hari setelah kejadian, hingga dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (7/10) pagi.

Dugaan pelaku ada empat orang, namun Polres Kediri Kota masih terus mengusut kasus tersebut.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023